Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Tembus Rp17.764 per Dolar AS
- 26 Mei 2026 11:19 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan Selasa 26 Mei 2026 . Rupiah dibuka turun 0,03 persen ke posisi Rp17.748 per dolar Amerika Serikat dan terus tertekan hingga menyentuh level Rp17.764 per dolar AS pada perdagangan intraday.
Melansir dari Bloomberg Technoz, pelemahan rupiah terjadi di tengah kondisi eksternal yang belum kondusif. Sentimen global kembali memburuk setelah muncul kabar serangan di Selat Hormuz oleh Amerika Serikat terhadap Iran yang membuat pelaku pasar memilih bersikap hati-hati.
Pada pukul 09.05 WIB, rupiah tercatat melemah 0,06 persen ke level Rp17.753 per dolar AS. Tak lama berselang, tepatnya pukul 09.18 WIB, rupiah kembali merosot ke Rp17.764 per dolar AS yang menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah dalam perdagangan intraday.
Meski indeks dolar AS masih bertahan di level 99 dan harga minyak mentah Brent berada di kisaran US$98,36 per barel, tekanan terhadap mata uang negara berkembang tetap tinggi. Kondisi geopolitik global dinilai menjadi faktor utama meningkatnya kekhawatiran pasar.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang di kawasan Asia. Baht Thailand tercatat memimpin pelemahan sebesar 0,32 persen, diikuti ringgit Malaysia dan peso Filipina. Sementara hanya won Korea Selatan dan dolar Taiwan yang mampu bergerak di zona hijau.
Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipicu oleh membengkaknya defisit transaksi berjalan Indonesia. Defisit tercatat melebar menjadi US$4,01 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$0,15 miliar.
Kondisi tersebut menjadi defisit kuartalan terbesar sejak kuartal IV tahun 2019. Melebarnya defisit mencerminkan pelemahan bantalan eksternal Indonesia di tengah menyusutnya surplus perdagangan nasional.
Surplus perdagangan Indonesia tercatat turun menjadi US$7,98 miliar dari sebelumnya US$13,07 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, kebutuhan impor terutama energi dan barang modal masih tinggi sehingga permintaan dolar di pasar domestik meningkat.
Pelaku pasar memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berada dalam tekanan sepanjang hari ini. Ketidakpastian global yang dinamis, ditambah sentimen fiskal dan kebijakan domestik, membuat rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....