Rupiah Melemah ke Rp17.353, Sudah di Atas Nilai Wajar
- 30 Apr 2026 12:44 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dan menyentuh level Rp17.353 per dolar AS pada Kamis (30/4/2026). Angka ini dinilai sudah melampaui nilai wajar rupiah berdasarkan fundamental ekonomi Indonesia.
Melansir dari Bloomberg Technoz, sejumlah ekonom menilai nilai tukar rupiah saat ini sudah berada sekitar 5% hingga 8% di atas nilai wajarnya. Secara fundamental, nilai wajar rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp16.500 per dolar AS.
Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menyebut nilai wajar rupiah tidak bisa ditentukan dalam satu angka pasti. Namun, dengan mempertimbangkan premi risiko global yang masih tinggi, nilai wajarnya diperkirakan berada di rentang Rp16.500 hingga Rp16.800 per dolar AS.
Menurutnya, berbagai pendekatan seperti nilai tukar riil efektif (Real Effective Exchange Rate/REER) menunjukkan rupiah saat ini tergolong undervalued atau lebih murah dibandingkan kondisi dasar ekonomi. Hal ini terlihat dari posisi REER yang masih berada di bawah angka 100.
Meski demikian, kondisi undervalued tidak serta-merta membuat rupiah langsung menguat. Pasar saat ini juga mempertimbangkan faktor risiko global yang masih tinggi, sehingga tekanan terhadap rupiah tetap terjadi.
Salah satu faktor utama yang menekan rupiah adalah lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak Brent yang mendekati US$111 hingga US$112 per barel meningkatkan kebutuhan dolar untuk impor energi, sehingga menambah tekanan pada mata uang domestik.
Selain itu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta potensi gangguan di Selat Hormuz turut memperburuk sentimen pasar. Kondisi ini mendorong peningkatan permintaan dolar AS secara global.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang juga bervariasi. Ringgit Malaysia dan baht Thailand turut mengalami pelemahan, sementara won Korea Selatan dan yen Jepang justru menguat. Namun, rupiah tercatat sebagai mata uang dengan kinerja terlemah di kawasan saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....