Rupiah Melemah, Menkeu Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat
- 25 Apr 2026 16:38 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS bukan mencerminkan memburuknya kondisi ekonomi domestik. Hal ini dikutip dari Bloomberg Technoz.
Menurutnya, fondasi ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan negara lain di kawasan, seperti Malaysia dan Thailand. Ia menyebut pergerakan nilai tukar lebih dipengaruhi oleh kondisi global serta ekspektasi pasar.
“Ini bukan tanda pemburukan ekonomi domestik. Dibanding negara lain kita masih kuat,” ujarnya dalam media briefing, Sabtu 25 April 2026.
Purbaya menjelaskan dinamika nilai tukar merupakan ranah otoritas moneter, namun pemerintah tetap berfokus menjaga stabilitas fundamental ekonomi agar tetap tangguh menghadapi gejolak global.
Ia juga memastikan pergerakan rupiah masih berada dalam skenario pemerintah. Bahkan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipastikan tetap berada di bawah ambang batas 3 persen.
“Masih masuk skenario. Jadi, masih aman,” tegasnya.
Berdasarkan asumsi makro APBN 2026, nilai tukar rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS.
Sementara itu, pada perdagangan Jumat 24 April 2026, rupiah tercatat menguat 0,52 persen ke level Rp17.205 per dolar AS, meski secara mingguan masih melemah. Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada mata uang di kawasan.
Meski demikian, pemerintah optimistis kondisi ekonomi nasional tetap stabil dan mampu menghadapi tekanan eksternal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....