Emas dunia menguat tipis usai tekanan pasar global

  • 31 Mar 2026 02:25 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Harga emas dunia menunjukkan penguatan pada akhir pekan lalu dan mencatatkan kenaikan mingguan di tengah ketidakpastian global. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, termasuk di Papua, yang menjadikan emas sebagai salah satu instrumen investasi dan lindung nilai.

Melansir dari Bloomberg Technoz, pada Jumat (27/3/2026) harga emas dunia di pasar spot ditutup di level US$4.495,1 per troy ons, naik 2,63% dibandingkan hari sebelumnya. Sepanjang pekan, harga emas juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,14%.

“Untuk perdagangan pekan ini, harga emas masih berpotensi naik. Apalagi harga sudah menembus pivot point US$4.398/troy ons,” berdasarkan analisis teknikal pasar, Senin 30 Maret 2026.

Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga emas sempat tertekan akibat lonjakan harga minyak dan meningkatnya suku bunga global. Kondisi tersebut membuat emas, sebagai aset tanpa imbal hasil, menjadi kurang menarik bagi sebagian investor.

Namun, risiko geopolitik akibat konflik di Timur Tengah kembali mendorong minat terhadap emas sebagai aset aman (safe haven). Hal ini turut menopang harga emas dalam beberapa hari terakhir.

Di Papua, fluktuasi harga emas global dapat memengaruhi harga emas perhiasan maupun logam mulia di pasar lokal. Selain itu, masyarakat yang berinvestasi emas juga perlu mencermati pergerakan harga agar tidak terdampak oleh volatilitas pasar.

Secara teknikal, harga emas masih berada di zona netral menuju bullish. Target kenaikan terdekat diperkirakan berada di kisaran US$4.733 hingga US$4.892 per troy ons. Namun, potensi koreksi tetap terbuka jika harga turun ke level support di sekitar US$4.447 per troy ons.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, mengingat kondisi global yang masih dinamis dan berpotensi memengaruhi harga emas dalam waktu dekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....