15,3 Juta Warga Indonesia Masih Unbanked

  • 29 Jan 2026 07:35 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire : Sebanyak 15,3 juta penduduk Indonesia usia produktif tercatat belum memiliki rekening bank atau masuk kategori unbanked pada 2025. Data tersebut berdasarkan pemantauan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terhadap kelompok usia 15 hingga 69 tahun yang belum tersentuh layanan keuangan formal.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan pihaknya menargetkan jumlah penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening dapat ditekan menjadi sekitar 13 juta jiwa pada 2026. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Djuanda, Jakarta, Selasa (27/2/2026).

Melansir dari Bloomberg Technoz, untuk mencapai target tersebut, KSSK yang terdiri dari LPS, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia akan mengintensifkan berbagai program kampanye, edukasi, serta literasi keuangan. Upaya ini bertujuan mendorong masyarakat membuka rekening dan memanfaatkan layanan keuangan formal.

Anggito menjelaskan, salah satu program yang dijalankan LPS adalah “Like It” yang difokuskan pada penguatan kepercayaan nasabah terhadap sistem perbankan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah masyarakat produktif yang memiliki akses terhadap sektor keuangan dan layanan perbankan.

Sementara itu, LPS juga mencatat adanya lonjakan pertumbuhan tabungan nasabah dengan simpanan di atas Rp5 miliar. Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS Ferdinan D. Purba menyebutkan tabungan kategori tersebut tumbuh sebesar 22,76 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada sejumlah bank Himpunan Bank Negara (Himbara).

Di sisi lain, tabungan nasabah di bawah Rp100 juta mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun masih tumbuh sebesar 3,43 persen secara tahunan.

Selain itu, hingga Desember 2025, kredit perbankan tercatat tumbuh sebesar 9,63 persen yoy, didorong oleh peningkatan penyaluran kredit investasi. Sementara dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 13,83 persen yoy, seiring meningkatnya aktivitas belanja pemerintah dan korporasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....