OECD: Tarif Trump Belum Goyahkan Ekonomi Global
- 03 Des 2025 06:47 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Ekonomi global dinilai menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari perkiraan di tengah kebijakan tarif perdagangan yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penilaian tersebut disampaikan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yang menyebut aktivitas ekonomi dunia terdorong oleh kuatnya investasi di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, serta kebijakan fiskal dan moneter yang relatif longgar.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, OECD yang berbasis di Paris itu juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan kawasan euro untuk tahun ini dan tahun depan, serta melakukan penyesuaian naik dalam skala kecil terhadap sejumlah ekonomi besar lainnya. Meski demikian, OECD tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 2,9 persen pada 2026, dari 3,2 persen pada 2025, karena dampak penuh tarif perdagangan belum sepenuhnya dirasakan.
Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann menyebut perekonomian global masih cukup tangguh pada tahun ini meskipun dihadapkan pada meningkatnya hambatan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan. Namun, menurutnya, pertumbuhan perdagangan dunia mulai melambat sejak kuartal kedua, dan tarif yang lebih tinggi berpotensi menekan konsumsi rumah tangga serta investasi sektor usaha.
OECD juga mencatat bahwa dampak upaya Presiden Trump dalam mengubah aturan perdagangan global masih sulit diprediksi. Pada Juni lalu, pertumbuhan ekonomi AS sempat diproyeksikan melambat menjadi 1,6 persen, kemudian direvisi menjadi 1,8 persen pada September, dan kini kembali dinaikkan menjadi 2 persen.
Lonjakan investasi di sektor AI dan pembangunan pusat data, khususnya di Amerika Serikat, turut memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi. OECD menilai sektor teknologi saat ini menjadi penopang utama arus perdagangan global, bahkan melampaui sektor industri lainnya.
Bahkan, OECD memperkirakan tanpa lonjakan investasi di bidang AI, ekonomi AS justru berpotensi mengalami kontraksi sebesar 0,1 persen pada paruh pertama tahun ini, seiring melambatnya konsumsi rumah tangga dan menurunnya belanja pemerintah.
Meski demikian, OECD juga mewanti-wanti adanya risiko koreksi harga yang tajam di sektor teknologi akibat valuasi yang semakin tinggi. Ditambah dengan ketidakpastian kebijakan perdagangan global, organisasi tersebut menilai prospek ekonomi dunia saat ini masih bersifat rapuh dan menghadapi risiko yang substansial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....