Rupiah Menguat ke Rp16.795 usai Pidato Trump Tekan Dolar

  • 25 Feb 2026 16:10 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Rabu 25 Februari 2026, seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) pasca pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump.

Pada perdagangan pasar spot pukul 13.15 WIB, rupiah terapresiasi 0,17 persen ke posisi Rp16.795 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi bersama mayoritas mata uang Asia yang berada di zona hijau. Hanya rupee India yang tercatat melemah tipis 0,01 persen.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, pelemahan dolar tercermin dari indeks dolar AS yang turun 0,17 persen ke level 97,68. Tekanan terhadap dolar muncul setelah pidato Trump yang dinilai belum memberikan terobosan kebijakan baru untuk mengatasi persoalan inflasi dan biaya hidup di AS.

Dalam pidatonya, Trump menegaskan inflasi masih tinggi dan pendapatan masyarakat meningkat. Namun, ia lebih menonjolkan agenda pemotongan pajak serta kebijakan tarif perdagangan, tanpa penjelasan rinci mengenai strategi pengendalian utang atau arah fiskal jangka panjang.

Sikap tersebut memicu respons hati-hati pelaku pasar global. Selain itu, nada konfrontatif terhadap mitra dagang dan dinamika politik domestik AS turut membayangi sentimen investor. Isu independensi Federal Reserve (The Fed) juga kembali menjadi perhatian pasar.

Dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Tekanan pada keseimbangan fiskal awal tahun, kebutuhan pembiayaan yang besar, serta fluktuasi permintaan Surat Berharga Negara (SBN) menunjukkan ruang fiskal yang relatif terbatas.

Dengan demikian, penguatan rupiah kali ini dinilai lebih dipengaruhi sentimen eksternal, khususnya pelemahan dolar AS, dibandingkan dorongan fundamental domestik yang solid.

Rekomendasi Berita