Bursa Asia Menguat, Pasar Global Waspadai The Fed
- 03 Des 2025 06:37 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Bursa saham Asia diperkirakan dibuka mayoritas menguat pada Rabu (3/12/2025), mengikuti penguatan moderat pasar saham Amerika Serikat dan rebound di pasar kripto. Kontrak berjangka indeks saham Australia dan Jepang tercatat naik, sementara kontrak Hang Seng Hong Kong masih bergerak melemah.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, di Wall Street, indeks S&P 500 kembali menguat untuk keenam kalinya dalam tujuh hari perdagangan pada Selasa, meski sebagian besar saham komponennya justru melemah. Sementara itu, Bitcoin kembali menembus level 92.000 dolar AS setelah sebelumnya terkoreksi tajam akibat aksi jual besar-besaran yang sempat menghapus hampir 1 miliar dolar AS posisi leverage baru. Pasar obligasi serta dolar AS juga relatif stabil.
Kondisi tersebut mencerminkan sentimen pasar yang masih rapuh menjelang akhir tahun, seiring investor menghadapi volatilitas kripto yang meningkat serta ketidakpastian arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve. Dengan minimnya rilis data ekonomi menjelang pertemuan bank sentral pekan depan, pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati.
Analis Fundstrat Global Advisors, Mark Newton, menilai pasar saham masih membutuhkan penguatan yang lebih merata sebelum mampu mencetak rekor baru. Menurutnya, meski optimisme untuk Desember tetap ada, pergerakan pasar masih akan berfluktuasi dalam beberapa pekan ke depan.
Di tengah penantian pasar terhadap keputusan The Fed, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengumumkan calon pimpinan bank sentral AS pada awal 2026. Pernyataan ini langsung memicu spekulasi pasar mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan. Trump juga kembali menekan The Fed untuk memangkas suku bunga lebih agresif.
Pasar uang saat ini memperkirakan hampir empat kali pemangkasan suku bunga masing-masing seperempat poin dalam satu tahun ke depan. Kepala strategi suku bunga global JPMorgan, Jay Barry, menyebut apabila The Fed tidak memangkas suku bunga sebanyak yang diharapkan pasar, maka akan terjadi penyesuaian pada imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Di pasar komoditas, harga minyak dunia bergerak melemah dalam perdagangan yang fluktuatif, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan konflik antara Rusia dan Ukraina. Sementara itu, harga perak dan emas turut mengalami koreksi setelah sempat menyentuh level tertinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....