Kripto Kian Melemah, Ini Faktor Utama Penekannya
- 19 Nov 2025 20:47 WIB
- Nabire
Mengapa Kripto Melemah dan Saham Terus Jatuh
KBRN, Nabire: Hanya enam minggu setelah menyentuh rekor tertinggi di atas 126.000 dolar AS, harga Bitcoin kini anjlok lebih dari 26 persen. Pada perdagangan Selasa (18/11/2025) sore, mata uang kripto tersebut bergerak tepat di bawah 93.000 dolar AS, menghapus seluruh keuntungan yang dicetak sepanjang tahun ini.
Pada Senin malam, Bitcoin sempat turun di bawah 90.000 dolar AS untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan sebelum memperbaiki sebagian kerugiannya keesokan paginya. Pelemahan ini terjadi seiring investor global yang mulai menghindari aset berisiko seperti saham kecerdasan buatan (AI) dan kripto. Ketidakpastian terkait potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan turut memperburuk tekanan pasar.
Dalam kondisi tersebut, Bitcoin secara teknikal memasuki fase bearish setelah turun lebih dari 20 persen dari level puncaknya. Data situs web pelacakan harga mata uang kripto, CoinMarketCap mencatat nilai pasar Bitcoin merosot lebih dari 600 miliar dolar AS selama periode penurunan ini.
“Penurunan Bitcoin merupakan bagian dari pergeseran sentimen risiko yang lebih luas,” ujar mitra pengelola global di perusahaan teknologi blockhain OKX, Haider Rafique, yang dikutip dari CNN.
Selain sentimen pasar global, tekanan jual juga datang dari investor jangka panjang yang memilih mengamankan keuntungan. Kepala Wawasan Pasar Global Hashdex Asset Management, Gerry O’Shea, menyebut ketidakpastian kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan faktor makro turut menahan pergerakan Bitcoin.
Tekanan semakin kuat setelah insiden flash crash pada 10 Oktober, ketika Presiden Donald Trump kembali memanaskan perang dagang dengan Tiongkok. Kepala firma perdagangan algoritmik Presto Research, Peter Chung, menilai sejak kejadian itu pesanan beli dan jual Bitcoin menurun tajam karena banyak pelaku pasar mengalami kerugian.
“Penurunan Bitcoin sejalan dengan pelemahan aset berisiko lainnya, tetapi semakin parah akibat faktor internal kripto seperti jumlah pesanan yang menipis usai likuidasi besar pada 10 Oktober,” jelas Chung melalui email.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....