Harga Minyak Turun, Pasar Tunggu Keputusan OPEC+

  • 29 Nov 2025 13:32 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat (28/11/2025), seiring investor mencermati dinamika perundingan damai Rusia–Ukraina yang berlarut-larut serta menantikan hasil pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.

Dikutip dari Reuters, Minyak mentah acuan global Brent kontrak Januari ditutup turun 14 sen atau 0,22 persen ke level 63,20 dolar AS per barel. Sementara kontrak Februari yang lebih aktif berakhir di posisi 62,38 dolar AS per barel.

Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup melemah 10 sen atau 0,17 persen ke level 58,55 dolar AS per barel. Perdagangan WTI sebelumnya sempat terganggu akibat gangguan sistem di operator bursa CME Group.

Meski secara mingguan masih mencatat kenaikan sekitar 1 persen, kedua kontrak minyak mencatat penurunan untuk bulan keempat berturut-turut, yang menjadi tren pelemahan terpanjang sejak 2023. Kondisi tersebut dipicu oleh ekspektasi meningkatnya pasokan global.

Tekanan tambahan datang dari produksi minyak Amerika Serikat yang kembali menyentuh rekor tertinggi. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak mentah AS pada September 2025 naik 44 ribu barel per hari menjadi 13,84 juta barel per hari.

Sementara itu, survei terhadap ekonom memperkirakan harga rata-rata Brent pada 2026 berada di kisaran 62,23 dolar AS per barel, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Hingga sepanjang 2025, harga Brent masih bertahan di rata-rata 68,80 dolar AS per barel.

Dari sisi geopolitik, sinyal mendekatnya kesepakatan damai Rusia–Ukraina sempat menekan harga secara tajam awal pekan ini. Namun, pemulihan terbatas terjadi karena proses negosiasi yang masih berlangsung tanpa kepastian.

Pelaku pasar kini menantikan pertemuan OPEC+ yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan produksi saat ini, sembari menyusun mekanisme penilaian kapasitas produksi masing-masing negara anggota.

Di sisi lain, Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar dunia diproyeksikan kembali menurunkan harga jual minyak mentah untuk pembeli Asia pada Januari 2026, menyusul melimpahnya pasokan dan meningkatnya potensi surplus global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....