Petani Nabire Mulai Musim Tanam Padi April 2026

  • 25 Apr 2026 12:52 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Sektor Pertanian di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, masih berkembang dan menjadi penyangga kebutuhan beras warga di Kabupaten Nabire dan Kabupaten lain di Papua Tengah.

Pada bulan April 2026, beberapa petani memulai musim tanam padi setelah sekian lama panen. Musim tanam di bulan April ini dimulai mengingat persediaan beras hasil panen petani di Kampung Bumi Raya terbilang masih cukup banyak di sejumlah pedagang beras, sekaligus para petani dapat menyiapkan lahan dalam beberapa lama dan waktu yang lebih leluasa setelah bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Kris, salah satu petani di Kampung Bumi Raya beberapa hari memulai menyiapkan lahan sawah untuk ditanami padi. Lahan sawah seluas 3 hektar miliknya mulai disiapkan, dengan melakukan berbagai persiapan termasuk tenaga kerja untuk menanam.

"Saat ini saya mulai menyemprot untuk gulma, persiapan untuk lahan seluas 3 hektar membutuhkan waktu lebih dari sebulan," ujar Kris saat dihubungi Sabtu, 24 April 2026. Ia menjelaskan musim tanam di Kampung Bumi Raya tersebut, para petani mengantri, hal ini terkait tenaga kerja yang akan menanam yang dilakukan oleh para kaum perempuan.

"Saya juga mengantri saat akan memulai menanam padi, sambil menunggu saatnya tiba yaitu waktunya ibu-ibu yang akan menanam padi, saya lakukan terlebih dahulu untuk semprot fungi dan gulma, jadi kalau lahan dan bibitnya sudah siap, langsung ibu-ibu itu mulai menanam padi," ucapnya.

Kris berharap musim tanam kali ini akan berhasil, panen banyak dan harga jualnya juga stabil. "Soal harga, kalau boleh harga jual bisa naik karena biaya menanam padi ini memerlukan modal yang tidak sedikit, terutama harga obat-obatan yang masih tidak menentu," ungkapnya.

Ia juga menginginkan harga penjualan hasil panen dari petani agar stabil sehingga petani tetap semangat menanam padi, sehingga Nabire bisa menghasilkan padi untuk kebutuhan masyarakat di Nabire dan kabupaten lainnya. "Kalau petani semangat menanam, maka tidak ada lagi alih fungsi lahan, karena mulai banyak lahan sawah yang alih fungsi atau dijual oleh petani di kampung ini," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....