Hari Krida Pertanian hingga Hari Hidrografi Dunia, Apa Makna dan Sejarahnya
- 20 Jun 2026 09:09 WIB
- Nabire
Jakarta, RRI.co.id – Tanggal 21 Juni menjadi hari yang sarat makna karena diperingati sebagai sejumlah momentum penting di tingkat nasional maupun internasional. Mulai dari penghargaan terhadap sektor pertanian di Indonesia, perayaan musik yang menyatukan berbagai budaya, kampanye hidup sehat melalui yoga, hingga peningkatan kesadaran akan pentingnya pemetaan laut dunia. Berikut sejarah dan makna dari berbagai peringatan yang jatuh pada 21 Juni.
1. Hari Krida Pertanian (Indonesia)
Di Indonesia, setiap 21 Juni diperingati sebagai Hari Krida Pertanian. Kata “krida” berasal dari bahasa Indonesia yang berarti tindakan, perbuatan, atau karya. Peringatan ini menjadi bentuk penghargaan kepada para petani, peternak, nelayan, pekebun, dan seluruh pelaku sektor pertanian yang berperan menjaga ketahanan pangan nasional.
Penetapan tanggal 21 Juni berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian dan Agraria Nomor SK/88/Pts/Mentan/1963. Tanggal 21 Juni dipilih karena bertepatan dengan permulaan musim tanam menurut penanggalan tata surya tradisional (Mongso)
Hari Krida Pertanian menjadi momentum refleksi atas kontribusi sektor pertanian terhadap pembangunan bangsa sekaligus mendorong inovasi dan keberlanjutan di bidang pangan. Peringatan ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap profesi petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.
2. Hari Musik Sedunia (Fête de la Musique)
Alunan musik yang menggema di jalan-jalan kota pada 21 Juni berawal dari sebuah gagasan sederhana di Prancis. Hari Musik Sedunia atau Fête de la Musique pertama kali diselenggarakan pada tahun 1982 oleh Kementerian Kebudayaan Prancis dengan tujuan mengajak masyarakat memainkan musik di ruang publik secara bebas dan gratis.
Tanggal 21 Juni dipilih karena bertepatan dengan titik balik matahari musim panas (summer solstice) di belahan bumi utara. Sejak saat itu, perayaan berkembang menjadi gerakan budaya global yang diikuti lebih dari 100 negara di berbagai benua.
Fête de la Musique membuka ruang bagi musisi profesional maupun amatir untuk tampil dan berbagi karya. Makna utamanya adalah demokratisasi musik, yakni memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk menikmati dan mengekspresikan seni musik tanpa batasan sosial maupun ekonomi.
3. Hari Yoga Internasional (International Day of Yoga)
Kesadaran dunia terhadap pentingnya kesehatan fisik dan mental melalui yoga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 21 Juni sebagai Hari Yoga Internasional pada tahun 2014. Resolusi tersebut diusulkan oleh India dan mendapat dukungan luas dari negara-negara anggota PBB.
Yoga merupakan praktik kuno yang berasal dari India dan telah berkembang menjadi salah satu metode populer untuk menjaga kesehatan tubuh, mengelola stres, serta meningkatkan keseimbangan mental dan spiritual. Setiap tahun, jutaan orang di berbagai negara mengikuti kegiatan yoga massal sebagai bagian dari peringatan ini.
Tema resmi Hari Yoga Internasional 2026 adalah “Yoga for Healthy Ageing” atau “Yoga untuk Penuaan yang Sehat”. Tema tersebut menyoroti peran yoga dalam membantu masyarakat tetap aktif, sehat, dan mandiri seiring bertambahnya usia. Tema ini juga sejalan dengan Dekade Penuaan Sehat yang dicanangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
4. Hari Hidrografi Dunia (World Hydrography Day)
Sementara itu, komunitas maritim internasional memperingati 21 Juni sebagai Hari Hidrografi Dunia. Peringatan ini ditetapkan oleh Organisasi Hidrografi Internasional atau International Hydrographic Organization (IHO) untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ilmu hidrografi dalam keselamatan pelayaran dan pengelolaan sumber daya laut.
Tanggal 21 Juni dipilih untuk mengenang berdirinya organisasi hidrografi internasional yang menjadi cikal bakal IHO pada tahun 1921. Hidrografi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari pengukuran dan pemetaan laut, sungai, dan perairan lainnya guna mendukung navigasi yang aman.
Melalui peringatan ini, negara-negara di dunia diajak meningkatkan kualitas data kelautan, memperkuat keselamatan pelayaran, mendukung ekonomi maritim, serta menjaga keberlanjutan lingkungan laut. Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, hidrografi memiliki peran strategis dalam pembangunan sektor maritim dan perlindungan wilayah perairan nasional. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....