Panda Laut Jadi Sorotan, Hewan Kecil Nan Unik dari Dasar Samudra

  • 26 Mar 2026 17:48 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Istilah “panda laut” tengah ramai diperbincangkan di kalangan pecinta biota laut. Julukan ini merujuk pada hewan mungil bernama Cladobranchia nudibranch, khususnya spesies Jorunna parva yang memiliki penampilan menyerupai panda atau kelinci kecil.

Hewan ini sebenarnya bukan panda, melainkan sejenis siput laut tanpa cangkang (nudibranch) yang hidup di dasar laut. Ukurannya sangat kecil, rata-rata hanya sekitar 1 hingga 2 sentimeter, namun memiliki bentuk tubuh unik dengan tonjolan seperti telinga dan warna kontras hitam-putih.

Jorunna parva dikenal dengan tubuh berbulu halus dan pola warna yang membuatnya tampak seperti panda mini. Karena bentuknya yang lucu, hewan ini juga dijuluki “sea bunny” atau kelinci laut. Penampilannya yang tidak biasa membuatnya viral di media sosial dan menarik perhatian dunia, termasuk peneliti dan fotografer bawah laut.

Panda laut biasanya ditemukan di perairan dangkal kawasan Indo-Pasifik, termasuk wilayah Jepang, Filipina, dan Indonesia. Mereka hidup di dasar laut, terutama di area berpasir atau berbatu.

Sebagai bagian dari kelompok Cladobranchia nudibranch, hewan ini memakan organisme kecil seperti spons laut. Mereka bergerak perlahan menggunakan kaki otot di bagian bawah tubuhnya.

Meski terlihat menarik, panda laut bukan hewan untuk disentuh atau diambil. Tubuhnya sangat rapuh dan mudah rusak. Selain itu, beberapa nudibranch memiliki zat kimia sebagai mekanisme pertahanan diri. Para ahli mengingatkan agar wisatawan dan penyelam menjaga jarak serta tidak mengganggu habitat alaminya.

Seperti biota laut lainnya, panda laut memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mereka membantu mengontrol populasi organisme kecil di dasar laut. Keberadaan mereka juga menjadi indikator kesehatan lingkungan laut, karena hewan ini sensitif terhadap perubahan kualitas air.

Fenomena panda laut menjadi bukti bahwa lautan menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Dengan menjaga kelestarian laut, keberadaan hewan unik seperti ini dapat terus dinikmati tanpa merusak ekosistemnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....