BGN Prioritaskan Program MBG di Daerah Rawan Stunting

  • 30 Jul 2026 22:37 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah akan memprioritaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah dengan angka stunting yang masih tinggi. Langkah tersebut dilakukan agar intervensi gizi dapat lebih tepat sasaran dan membantu mempercepat penurunan prevalensi stunting di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua.

Melansir dari Bloomberg Technoz, kebijakan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi perbaikan tata kelola Program MBG yang melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kesehatan, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan penentuan wilayah prioritas dilakukan berdasarkan pemetaan yang disusun Kementerian Kesehatan. Data tersebut menjadi acuan bagi BGN untuk mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah siap digunakan.

"Daerah-daerah mana yang memang memerlukan sentuhan gizi segera. Di mana angka stuntingnya tinggi, maka kami akan memprioritaskan bagaimana berdasarkan data itu kami cek manakala sudah ada dapur yang memang sudah dibangun segera untuk kami bisa operasionalkan," ujar Sudaryono pada Rabu 29 Juli 2026.

Menurutnya, wilayah prioritas tersebar di sejumlah provinsi, termasuk Papua, Nusa Tenggara Timur, Sumatra, serta beberapa daerah di Pulau Jawa yang masih memiliki prevalensi stunting tinggi. Pemerintah menilai daerah-daerah tersebut membutuhkan intervensi gizi secara cepat agar anak-anak memperoleh asupan makanan bergizi yang memadai.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan pemerintah juga akan mempercepat pembukaan SPPG yang telah siap beroperasi di wilayah dengan angka stunting tinggi. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan Program MBG kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

"SPPG yang sudah siap itu dibuka langsung di daerah-daerah yang memang stuntingnya tinggi. Itu kesepakatan kita yang kedua," kata Budi.

Pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 13.000 SPPG yang siap dioperasikan. Penentuan lokasi operasional akan disesuaikan dengan peta daerah prioritas sehingga penyaluran makanan bergizi dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Bagi wilayah Papua, kebijakan ini menjadi perhatian karena sejumlah daerah masih menghadapi tantangan stunting yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Dengan memprioritaskan daerah berisiko tinggi, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga mendukung tumbuh kembang generasi muda serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....