Hardiknas 2026, Papua Tengah Resmikan SLB Pembina dan Perkuat Pendidikan Inklusif

  • 03 Mei 2026 04:40 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 2 Mei 2026 di Papua Tengah menjadi momentum penguatan komitmen pendidikan inklusif. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar upacara di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Provinsi Papua Tengah.

Pada momen tersebut, pemerintah juga secara resmi melaunching SLB Negeri Pembina sebagai langkah memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Papua Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, mengatakan kehadiran SLB ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa, termasuk dari daerah yang jauh dari pusat kota.

“Di momen ini, kita sama-sama berharap informasi tentang pembukaan sekolah luar biasa ini dapat diterima oleh orang tua sehingga bisa mendaftarkan anak di SLB Negeri Pembina. Kami juga merencanakan, jika ada orang tua dari kabupaten lain, SLB Negeri Pembina akan membuka asrama untuk anak-anak berkebutuhan khusus dari daerah lain, terutama yang rumahnya jauh dari lokasi sekolah,” terangnya.

Selain pembangunan fasilitas, pemerintah juga menekankan pentingnya pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Fredy M. Edowai, menegaskan pendidikan khusus merupakan kewenangan provinsi yang harus dijalankan secara maksimal.

“Siswa disabilitas saat ini menjadi kewenangan provinsi, sehingga harus mendapat perhatian serius. Hal ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Papua Tengah melalui prinsip no child left behind, bahwa tidak ada satu pun anak yang boleh tertinggal dari layanan pendidikan,” ungkap Fredy.

Ia menambahkan, SLB Pembina Negeri akan mulai beroperasi pada Juni mendatang, sekaligus membuka penerimaan siswa baru untuk jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB.

Pemerintah juga akan melakukan verifikasi kebutuhan pendirian SLB di berbagai kabupaten, agar akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat semakin merata di seluruh wilayah Papua Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....