Wisata Alam di CRU Sampoiniet Aceh Jaya Sambil Bermain Bersama Gajah Jinak

  • 12 Apr 2024 14:33 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Conservation Response Unit (CRU) yang berlokasi di Kabupaten Aceh Jaya di pesisir barat Provinsi Aceh yang wajib kamu kunjungi di saat libur Hari Raya Idul Fitri ini. Karena selain menikmati keindahan alam bahari dan satwa langka gajah Sumatra, kita juga bisa bermain bersama gajah jinak yang ada di sana. CRU juga menjadi tempat ekowisata yang mengedukasi masyarakat untuk mengenal lebih dekat tentang kehidupan gajah dan habitatnya.

Lokasi CRU dikelilingi hutan dan di bagian belakang terdapat sungai besar, yang terletak di Desa Ie Jeureungeh, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (12/4/2024). Lokasi tersebut bisa juga digunakan untuk camping. Untuk menikmati makanan bersama keluarga selama di CRU, bahkan kita bisa membawa bekal makanan dari luar karena tidak terdapat restoran di tempat tersebut. Di hari Libur lebaran seperti ini ramai wisatawan yang berkunjung kesana, walaupun jarak lokasi ekowisata ini agak lumayan jauh dari pusat kota Aceh Jaya CRU Sampoiniet menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

"CRU Sampoiniet dikenal sebagai salah satu tempat konservasi dan penempatan gajah jinak pertama di Aceh yang berfungsi sebagai tol utama untuk mengatasi konflik antara gajah dan Manusia," kata Amilin, pawang gajah.

Lokasinya yang masih alami dengan pepohonan rimbun juga dialiri sungai dan jauh dari hiruk-pikuk suasana kota, sangat cocok untuk menjadi destinasi liburan menikmati wisata lingkungan. CRU Sampoiniet merupakan salah satu lokasi pusat konservasi gajah di Aceh Jaya. Pusat konservasi ini di bangun untuk melestarikan Gajah serta untuk mengurangi konflik antara gajah dengan manusia. Karena tingginya konflik antara gajah dan manusia, jumlah gajah yang terbunuh juga semakin banyak.

Alasan dipilihnya lokasi ini adalah karena sering terjadinya konflik gajah dan juga karena sudah adanya lahan yang disiapkan oleh pemerintah Aceh Jaya untuk penempatan Gajah Jinak, Mahout (Pawang Gajah) dan juga beberapa Ranger yang ditempatkan di CRU ini. Paman Boy yang juga sebagai salah seorang Ranjer di CRU ini mengatakan " gajah-gajah ini tempat habitat nya sudah terganggu oleh manusia akibat penebangan hutan, perluasan lahan, jadi gajah gajah liar ini masuk ke kampung-kampung dan merusak lahan warga, seperti lahan kelapa sawit,sawah dan lain-lain, membuat masyarakat resah dan terganggu terhadap adanya gajah liar ini, maka dari itu dengan adanya CRU ini masyarakat lebih terbantu, jika suatu saat ada gajah yang masuk kelahan mereka, nanti masyarakat melapor ke CRU ini untuk di giring ke habitat nya ".

Untuk wisatawan yang berkunjung kesana, selain bisa menikmati keindahan alam nya, juga bisa bermain bersama gajah jinak yang ada di sana, seperti memandikan gajah dan berfoto bersama gaja. Isabela merupakan salah satu gajah jinak yang selalu ada disaaat wisatawan berkunjung ke CRU. Paman Boy Mengatakan " ada tiga gajah jinak di CRU ini, yaitu isabella, aziz dan juana. ketiga gajah ini adalah gajah liar yang di latih oleh anggota CRU menjadi gajah jinak hingga saat ini ".

Tidak hanya memiliki manfaat yang besar bagi alam, CRU sebagai inovasi program perlindungan dan pengamanan hutan berbasis masyarakat menjadi wadah untuk mengedukasi warga sekitar tentang indahnya menjaga alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....