Aceh Barat dan Terengganu Jajaki Kerja-Sama Pengembangan Pariwisata

  • 01 Okt 2025 11:15 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh : Aceh Barat menjajaki kerja sama di bidang pariwisata dengan Negeri Terengganu, Malaysia. Penjajakan tersebut dilakukan oleh Kepala Disparpora Aceh Barat Said Azmi mewakili Bupati Tarmizi SP MM, bertempat di aula pertemuan kantor pariwisata Terengganu, Senin (30/9/2025).

Dalam pertemuan selama 30 menit itu, berbagai hal terkait kemajuan pariwisata dibahas secara intensif. Said Azmi menegaskan, “Kami ingin menjalin kerja sama yang saling menguntungkan demi kemajuan pariwisata kedua daerah.”

Said Azmi menjelaskan, perkembangan pariwisata Aceh Barat belum maksimal pasca bencana gempa dan tsunami. “Banyak spot wisata yang rusak, tetapi pemerintah terus berupaya membangun kembali kawasan terdampak,” ujarnya.

Mantan Kabag Protokoler itu juga menyampaikan salam hangat dari Bupati Aceh Barat kepada pengarah pelancongan Terengganu dan seluruh pejabat yang hadir. “Ini sebagai bentuk silaturahmi dan niat baik kami membangun kerja sama,” tambah Said Azmi.

Setelah penjajakan ini, Bupati Aceh Barat dijadwalkan mengunjungi Terengganu untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). “MoU akan berisi klausul-klausul yang disepakati kedua pihak demi manfaat bersama di masa depan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Hilman Bin Hajijan turut hadir dalam perbincangan dan menyampaikan kesamaan antara kedua daerah. “Kami sama-sama baru menjabat empat bulan dan berlatar belakang mantan kepala protokoler,” ujarnya.

Hilman menekankan, membangun sektor pariwisata tidak mudah. Ia mengemukakan pentingnya lokasi strategis dan budaya Melayu yang kental dengan nilai Islam dan keramahan. “Pemandu wisata, makanan halal, kemampuan bahasa Inggris, dan kuliner unggulan adalah kunci pengembangan pariwisata,” jelas Hilman.

Menurut Hilman, pariwisata Terengganu memiliki prospek positif dan mampu meraup devisa besar. “Jumlah wisatawan mencapai tujuh juta per tahun, dan produk unggulan seperti batik serta songket menjadi daya tarik utama,” ungkapnya.

Pengarah Pelancongan Terengganu menambahkan, “Kunci kemajuan pariwisata adalah mempermudah segala urusan wisatawan dan pelaku usaha, termasuk layanan money changer yang ramah.”

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Barat juga menyerahkan plakat sebagai simbol persahabatan kepada kolega Terengganu. Hadir pula Ketua Asosiasi Homestay Lhok Keutapang, Abah Azmi, praktisi pendidikan UTU Aduwina Pakeh, Ketua Tim Task Force Ekowisata Nipah Suandi, dan jajaran pejabat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....