Pesona Eksotis Pulau Rangit Kecil Menyatu dengan Alam

  • 30 Jul 2025 10:30 WIB
  •  Meulaboh

KBRN Singkil: Dikelilingi lautan biru nan luas, Pulau Rangit Kecil di Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, menjadi magnet wisata bahari yang memikat hati. Pulau mungil ini tidak hanya menawarkan kejernihan air laut dan pasir putih bersih, tetapi juga menyimpan sejarah dan daya tarik tersendiri lewat keberadaan mercusuar-mercusuar tua yang berdiri kokoh—meski sebagian kini mulai rusak dan butuh perhatian khusus.

Untuk mencapai pulau ini, wisatawan harus memulai perjalanan laut dari Pelabuhan Singkil menuju Pulau Balai, memakan waktu sekitar 3,5 jam dengan kapal feri. Setelahnya, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu tradisional selama 30 menit atau speed boat dalam waktu singkat 15 menit.

Sesampainya di Pulau Rangit Kecil, panorama alami langsung menyambut: air laut sebening kaca yang menampilkan terumbu karang dari permukaan, hamparan pasir putih yang lembut, dan deretan pohon kelapa yang menari bersama angin laut. Nuansa tropis yang kental membuat tempat ini cocok menjadi pelarian dari hiruk-pikuk kota.

Namun, tak semua mercusuar di kawasan Kepulauan Banyak dalam kondisi baik. Beberapa bangunan penunjang di sekitar mercusuar terlihat mulai rusak dan tak lagi difungsikan. Tembok yang retak, cat yang mengelupas, serta struktur tua yang dibiarkan tanpa perawatan mengurangi nilai historis dan keselamatan pengunjung. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama mengingat potensi besar Pulau Rangit Kecil sebagai destinasi unggulan Aceh.

Muhammad Hanaf Guci (25), warga Jalan Suria, Desa Pulau Balai, Kabupaten Aceh Singkil, yang juga aktif sebagai pengelola wisata setempat, menyampaikan bahwa upaya pelestarian sangat diperlukan.

“Kami sangat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap kondisi fisik mercusuar dan bangunan lain di pulau ini. Dukungan tersebut penting untuk menjaga daya tarik wisata, sekaligus menjamin keselamatan pengunjung,” ungkap Hanaf.

Pulau Rangit Kecil bukan sekadar tempat untuk bersantai, tetapi juga sarat akan nilai historis dan ekowisata. Potensinya yang luar biasa membutuhkan sinergi dari semua pihak agar tetap terjaga dan terus berkembang menjadi destinasi unggulan yang membanggakan Aceh di mata dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....