Tol Sepikan Seulawah, Penjual Keripik Saree Pindah Padang Tiji

  • 03 Jun 2026 23:38 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Padangtiji-Kehadiran jalan tol Trans-Sumatra ruas Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) membawa dampak signifikan bagi urat nadi perekonomian di sepanjang jalan lintas konvensional. Jalur legendaris Lintas Seulawah yang biasanya ramai kini terpantau berangsur sepi dari kendaraan roda empat . Kondisi ini memaksa para pelaku usaha mikro, terutama para penjual keripik khas Saree, untuk memutar otak dan mencari lokasi baru demi menyambung hidup.

Berdasarkan pantauan RRI pada Rabu siang, 3 Juni 2026, eksodus para pedagang ini mulai terlihat jelas di kawasan Padang Tiji. Para pedagang keripik Saree kini ramai mendirikan lapak dan berjualan di sepanjang jalan nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Desa Gogo. Lokasi baru ini dinilai sangat strategis karena berada tepat setelah pintu keluar gerbang tol Padang Tiji, yang kini menjadi titik temu arus kendaraan.

Perpindahan lokasi ini tampaknya membuahkan hasil positif bagi para pedagang yang berani mengambil risiko. Di lokasi baru Desa Gogo, suasana tampak hidup dan bergairah kembali. Sejumlah pengendara yang baru saja keluar dari jalan tol maupun yang melintas di jalur nasional terlihat silih berganti menghentikan kendaraan mereka untuk membeli oleh-oleh keripik renyah tersebut.

Adi penjual keripik sare yang sudah membuka cabang di padangtiji

Adi Singgah Mata, salah satu penjual keripik Saree yang ditemui RRI di lokasi, membeberkan alasan kuat di balik keputusannya membuka cabang di Padang Tiji. Menurut Adi, omzet penjualan di lokasi asli, yaitu Saree, sudah tidak stabil lagi dan cenderung menurun drastis. Penurunan ini terjadi sejak mayoritas pengguna jalan lebih memilih efisiensi waktu dengan menggunakan jalur tol, sehingga kawasan Saree menjadi sepi pembeli.

Meskipun harus beradaptasi di tempat baru, kehadiran pusat jajanan keripik Saree di Padang Tiji ini diharapkan mampu menghidupkan pertumbuhan ekonomi lokal yang baru. Bagi para pedagang seperti Adi, perpindahan ini bukan sekadar urusan berpindah lapak, melainkan perjuangan untuk bertahan hidup di tengah modernisasi infrastruktur transportasi yang terus berkembang di Tanah Rencong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....