Antara Ada dan Tiada Loker di Aceh
- 05 Okt 2026 16:34 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2026, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 155,41 juta orang. Dari jumlah tersebut, masih terdapat masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan. Di sisi lain, informasi mengenai lowongan pekerjaan (loker) sebenarnya terus bermunculan, baik melalui media sosial, platform pencarian kerja, maupun berbagai jaringan informasi lainnya.
Kondisi tersebut menjadi sebuah fenomena yang menarik untuk kita renungkan: “Antara Ada dan Tiada Loker.” Di satu sisi, informasi lowongan pekerjaan semakin mudah ditemukan. Namun, di sisi lain, mendapatkan pekerjaan tidak selalu mudah. Para pencari kerja harus menghadapi persaingan yang tinggi, persyaratan yang semakin spesifik, proses seleksi yang panjang, serta tuntutan kompetensi yang semakin beragam.
Persoalan pencari kerja sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya informasi lowongan pekerjaan. Salah satu persoalan yang tidak kalah penting adalah kesiapan dan kompetensi pencari kerja itu sendiri.
Menurut penulis, masa pendidikan seharusnya tidak hanya digunakan untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Sebelum memasuki dunia kerja, seseorang perlu mengenali dirinya sendiri, mulai dari mengetahui kelebihan, kelemahan, minat, kemampuan, hingga arah karier yang ingin dicapai. Dengan mengenali diri, seseorang akan lebih mudah menentukan langkah dan mempersiapkan kompetensi yang sesuai dengan tujuan kariernya.
Selama penulis bekerja sebagai HR (Human Resources) di salah satu perusahaan, penulis cukup sering menemukan kandidat yang sebenarnya memiliki potensi, tetapi belum sepenuhnya siap memasuki dunia kerja. Salah satu hal yang cukup sering ditemui adalah kandidat yang melamar suatu posisi, tetapi ketika ditanya mengenai job description atau tanggung jawab dari posisi tersebut, mereka belum mampu menjelaskannya dengan baik.
Hal sederhana seperti ini sebenarnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pencari kerja. Sebelum mengirimkan lamaran, penting bagi kita untuk memahami posisi yang dilamar, mengetahui perusahaan yang dituju, serta memastikan bahwa kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan posisi tersebut.
Karena itu, mencari pekerjaan sebaiknya tidak dimulai ketika kita sudah lulus, tetapi dipersiapkan sejak masih berada di bangku pendidikan.
Bagi mahasiswa maupun pelajar yang sedang mempersiapkan diri menuju dunia kerja, ada banyak hal yang dapat dilakukan. Jangan hanya berfokus pada ijazah. Cobalah aktif mengikuti organisasi, magang, seminar, pelatihan, kegiatan sukarelawan, maupun program sertifikasi yang relevan dengan bidang yang ingin ditekuni.
Pengalaman dan keterampilan tersebut nantinya dapat menjadi nilai tambah ketika menyusun CV (Curriculum Vitae). CV bukan sekadar dokumen untuk memenuhi persyaratan lamaran, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kepada HR bahwa kita memiliki pengalaman, keterampilan, dan kesiapan yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Pada akhirnya, fenomena “Antara Ada dan Tiada Loker” bukan hanya tentang sedikit atau banyaknya lowongan pekerjaan. Ada kalanya lowongan tersedia, tetapi kompetensi kita belum sesuai. Ada pula kesempatan yang sebenarnya terbuka, tetapi kita belum memiliki pengalaman dan kesiapan untuk mengambilnya.
Maka, jangan hanya bertanya, “Di mana ada loker?” tetapi mulailah bertanya, “Sudah siapkah saya ketika loker itu datang?”
Sebab, kesempatan kerja mungkin datang kapan saja. Namun, kesiapan untuk mengambil kesempatan tersebut harus kita bangun jauh-jauh hari.
" Opini ini di tulis oleh Samsul Bahri, S.Psi., Pekerjaan: HR Practitioner Pendidikan: Mahasiswa Magister Psikologi Industri & Organisasi, Universitas Medan Area, Sumatera Utara "
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....