KPPN Tapaktuan Tinjau Langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi 27 Aceh Singkil
- 18 Sep 2026 22:53 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Tapaktuan - Sekolah Rakyat menjadi program Presiden Prabowo yang sangat berguna di era sekarang menurut penulis. Sebagai langkah nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan untuk memuliakan keluarga miskin dan memfasilitasi kebangkitan rakyat kecil, khususnya yang berasal dari desil 1 dan 2.
Dengan tagline “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”, sekolah ini menjadi ruang aman untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan di pelosok negeri terkhusus wilayah Kabupaten Aceh Singkil.
Dalam rangka memastikan penyelenggaraan pendidikan dan pengelolaan layanan Sekolah Rakyat berjalan secara optimal, KPPN Tapaktuan melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pada Sekolah Rakyat Terintegrasi 27 Aceh Singkil yang berlokasi di Singkil Suro. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi layanan pendidikan, pengasuhan, tata kelola, serta berbagai kebutuhan yang mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat.
Monev dilaksanakan melalui wawancara dengan Kepala Sekolah, pengelola, serta siswa. Dari hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, Ridwan, diketahui bahwa Sekolah Rakyat saat ini memiliki 93 siswa, yang terdiri dari 38 siswa SD dan 55 siswa SMP. Dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengasuhan tersebut, terdapat 37 tenaga pendidik dan tenaga pendukung, yang terdiri atas guru, pengajar, wali asuh, tenaga masak, cleaning service, dan unsur pendukung lainnya. Untuk jenjang pendidikan formal, terdapat 2 guru SD dan 10 guru SMP.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam monev adalah kondisi data peserta didik. Dari 93 siswa yang ada, terdapat sekitar 8 siswa yang masih mengalami permasalahan pada data Dapodik. Kondisi ini perlu segera ditindaklanjuti agar data peserta didik dapat sesuai dengan kondisi riil dan mendukung tertib administrasi serta perencanaan kebutuhan Sekolah Rakyat.
Menariknya, seluruh 93 siswa tercatat berasal dari Desil 1 atau kelompok miskin ekstrem. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat menjalankan visinya yaitu mencetak agen perubahan pada setiap keluarga miskin melalui pendidikan berkualitas guna memutus transmisi kemiskinan dengan memiliki peran strategis dalam memberikan akses pendidikan dan layanan pengasuhan kepada anak-anak yang berasal dari kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Pendampingan Guru dan Wali Asuh Jadi Kekuatan Utama
Dari sisi siswa, pelaksanaan pendidikan dan pengasuhan mendapatkan respons positif. Hal tersebut disampaikan oleh Lailatun, siswa kelas 2 SMP, yang mengungkapkan bahwa guru dan wali asuh selalu memberikan pendampingan serta motivasi kepada siswa layaknya orang tua selama berada di asrama.
Menurut Lailatun, fasilitas ruang kelas, buku pelajaran, serta kebutuhan individu siswa secara umum telah tersedia dengan sangat baik. Guru juga dinilai mampu menjelaskan materi pembelajaran secara lengkap sehingga membantu siswa dalam memahami pelajaran.
Bagi Lailatun, salah satu hal yang paling menyenangkan selama berada di Sekolah Rakyat adalah dapat memiliki banyak teman dan merasakan berbagai fasilitas yang sebelumnya tidak dapat dinikmati di rumah. Kehadiran guru yang baik dan lingkungan belajar yang mendukung juga menjadi pengalaman positif bagi siswa.
Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses terhadap pendidikan formal, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial dan pengasuhan yang dapat mendukung perkembangan siswa secara lebih menyeluruh.
Masih Terdapat Beberapa Kebutuhan yang Perlu Diperhatikan
Hasil wawancara juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan yang perlu menjadi perhatian dalam peningkatan kualitas layanan. Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan pasokan air bersih ke kamar mandi dan toilet. Kondisi tersebut menyebabkan siswa harus mengantre untuk menggunakan fasilitas kamar mandi. Bahkan, berdasarkan keterangan siswa, sebagian siswa terpaksa mandi di sekitar sungai.
Permasalahan ini perlu mendapat perhatian serius karena ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan kebersihan, kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan siswa, khususnya karena sebagian besar siswa tinggal di lingkungan asrama.
Selain air bersih, masih terdapat kekurangan meja belajar di asrama dan fasilitas olahraga juga masih terbatas.
Mendorong Perbaikan Tata Kelola dan Kualitas Layanan
Hasil monev ini memberikan gambaran bahwa secara umum Sekolah Rakyat Terintegrasi 27 Aceh Singkil telah memberikan manfaat yang nyata bagi peserta didik. Ketersediaan fasilitas pembelajaran, pendampingan guru dan wali asuh, serta pemenuhan kebutuhan siswa menjadi beberapa aspek yang telah berjalan dengan baik.
Namun demikian, masih diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek pendukung, terutama penyediaan air bersih, fasilitas belajar di asrama, sarana olahraga, serta penyelesaian permasalahan data Dapodik.
Melalui kegiatan monev ini, KPPN Tapaktuan tidak hanya melihat aspek pengelolaan keuangan, tetapi juga berupaya memperoleh gambaran mengenai bagaimana dukungan anggaran dan tata kelola dapat berkontribusi terhadap kualitas layanan yang diterima langsung oleh siswa.
Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan, pengasuhan, pengalaman, dan kesempatan yang lebih baik. Karena itu, penguatan tata kelola dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh peserta didik. Oleh Alvi Syahrin, Pembina Teknis Perbenaharaan Negara Terampil – KPPN Tapaktuan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....