Di Era Digital, Peran Ibu Jadi Benteng Utama Pendidikan Anak
- 26 Jul 2026 21:34 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, kurikulum, atau prestasi akademik. Lebih dari itu, keluarga, terutama ibu, memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, nilai kehidupan, dan masa depan anak sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikan Pemerhati Perempuan dan Anak, Nining Khairani, dalam dialog Pengarusutamaan Gender yang disiarkan RRI. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, peran ibu justru semakin penting sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak.
Ia menilai masih banyak orang tua yang memaknai pendidikan sebatas urusan nilai rapor dan pelajaran sekolah. Padahal, pendidikan yang paling mendasar justru menyangkut pembentukan karakter, kebiasaan baik, kemandirian, tanggung jawab, hingga nilai-nilai agama yang berlangsung setiap hari di lingkungan keluarga.
Menurut Nining, seorang ibu yang cerdas bukan semata-mata diukur dari tingkat pendidikan formal yang dimilikinya, melainkan dari kemampuannya memahami kebutuhan anak, mendampingi proses tumbuh kembangnya, serta menjadikan setiap momen sebagai sarana belajar.
“Ketika anak mendapatkan hasil belajar yang kurang baik, yang pertama kali harus melakukan evaluasi adalah orang tua. Jangan hanya menyalahkan anak. Bisa jadi metode pendampingan yang kita lakukan belum tepat,” katanya.
Nining menegaskan bahwa pendidikan dasar yang diberikan seorang ibu akan menjadi fondasi yang melekat sepanjang hidup anak. Mulai dari mengajarkan membaca, berhitung, membaca Al-Qur’an, hingga kebiasaan sederhana seperti membantu pekerjaan rumah dan menghormati orang lain.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi keluarga saat ini adalah pengaruh media sosial dan penggunaan gawai yang semakin sulit dibatasi. Karena itu, orang tua dituntut untuk tidak gagap teknologi agar mampu memahami dan mengawasi aktivitas digital anak.
“Anak-anak hari ini bisa menjelajahi dunia hanya melalui layar ponsel. Karena itu, ibu tidak boleh gaptek. Pengawasan orang tua di ruang digital sama pentingnya dengan pengawasan di dunia nyata,” ujarnya.
Bagi perempuan yang berperan sebagai ibu sekaligus pekerja, Nining menilai pendampingan anak tetap dapat dilakukan melalui komunikasi yang berkualitas. Menurutnya, pendidikan tidak harus berlangsung dalam suasana formal, melainkan dapat dilakukan di sela-sela aktivitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....