Gagal Tahun Pertama, Fadhil Jadi Wakil I Raja Baca Setahun Kemudian

  • 25 Jul 2026 15:52 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Perjalanan menuju prestasi tidak selalu berjalan mulus. Hal itu dialami Wakil I Raja Baca Kabupaten Aceh Barat, Fadhil Al-Iqbal, yang sempat gagal mengikuti seleksi Raja-Ratu Baca pada 2024 karena belum memenuhi syarat usia.

Saat menjadi narasumber dalam Program Sore Ceria RRI Pro 2 Meulaboh, Fadhil menceritakan dirinya telah memiliki keinginan mengikuti ajang tersebut sejak 2024. Namun, keinginannya harus tertunda lantaran saat itu usianya masih 16 tahun, sementara persyaratan peserta minimal berusia 17 tahun.

Alih-alih menyerah, Fadhil memanfaatkan waktu selama satu tahun untuk memperdalam wawasan dan mempersiapkan diri. Ketika pendaftaran kembali dibuka pada 2025, ia langsung mempelajari petunjuk teknis, melengkapi persyaratan, dan mendaftarkan diri ke Dinas Perpustakaan Kabupaten Aceh Barat.

"Saya bertekad dalam satu tahun itu harus memperdalam wawasan. Tahun depan harus ikut lagi dan harus menang," ungkapnya.

Usahanya pun membuahkan hasil. Setelah melewati rangkaian seleksi selama sekitar satu bulan, Fadhil berhasil meraih posisi Wakil I Raja Baca Kabupaten Aceh Barat. Meski demikian, ia mengaku perjalanan menuju pencapaian tersebut tidak lepas dari berbagai momen yang menegangkan.

Salah satu pengalaman yang paling diingat terjadi saat malam grand final. Ketika pengumuman peserta terbaik dibacakan, Fadhil sempat mengira namanya disebut sebagai finalis pertama. Namun ternyata yang dipanggil adalah peserta lain. Ia mengaku sempat kehilangan harapan sebelum akhirnya namanya benar-benar diumumkan sebagai salah satu peserta terbaik yang melaju ke tahap akhir.

Ketegangan kembali dirasakan ketika memasuki sesi tanya jawab bersama dewan juri. Fadhil mengaku sempat kehilangan fokus karena belum memahami arah pertanyaan yang diberikan. Namun, ia berusaha tetap tenang hingga perlahan menemukan ide untuk menyusun jawaban.

"Bawa enjoy saja. Awalnya sempat blank, tapi setelah mulai menjawab, ide-ide itu muncul sendiri," katanya.

Pengalaman lain yang tak kalah berkesan terjadi saat pengumuman pemenang. Ia sempat mengira akan dinobatkan sebagai Raja Baca setelah selempang hampir disematkan kepadanya. Namun, beberapa saat kemudian panitia mengumumkan pemenang utama adalah peserta lain. Meski sempat kecewa, Fadhil mengaku tetap bersyukur karena berhasil meraih posisi Wakil I Raja Baca.

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang gelar. Selama mengikuti proses seleksi, ia justru merasakan perubahan besar dalam kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), kepercayaan diri, serta cara berpikir yang lebih terbuka.

"Saya merasa kemampuan berbicara di depan umum jauh berkembang. Tapi saya juga tidak mau cepat puas karena masih banyak yang harus dipelajari," ujarnya.

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala itu juga mengajak pelajar dan generasi muda untuk tidak takut mencoba berbagai kompetisi maupun kegiatan di luar sekolah. Baginya, setiap perlombaan selalu memberikan manfaat, baik berupa pengalaman maupun evaluasi diri untuk berkembang menjadi lebih baik.

"Kalau gagal, kita dapat pengalaman. Kalau berhasil, kita tinggal meningkatkan kemampuan. Tapi kalau tidak pernah mencoba, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana kemampuan kita," katanya.

Fadhil berharap semakin banyak anak muda Aceh Barat yang berani keluar dari zona nyaman, aktif mengikuti kompetisi, organisasi, maupun kegiatan literasi. Menurutnya, keberanian untuk memulai sering kali menjadi langkah pertama menuju prestasi yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....