Membawa Mimpi Orang Tua, Mahasiswi UTU Tembus Konferensi Internasional
- 24 Jun 2026 14:24 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Tidak semua prestasi lahir dari ambisi mengejar pengakuan. Bagi Nur Azizah, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (UTU), setiap langkah yang ditempuh selama kuliah selalu memiliki tujuan yang sama: membahagiakan orang tua.
Kini, langkah itu membawanya menjadi salah satu delegasi Indonesia pada The 4th International Youth Conference (IYC) 2026 yang akan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Malaysia–Singapura.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) bersama Asia Pacific Student Association dan Nanyang Technological University itu akan diikuti sekitar 150 peserta dari lima negara.
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa tingkat akhir, Azizah tidak hanya fokus menyelesaikan studi. Ia juga mengajar les privat, membantu proyek dosen, dan aktif mencari kesempatan pengembangan diri.
Namun di balik seluruh aktivitas itu, tersimpan alasan yang sangat personal.
“Yang membuat saya terus mencoba adalah orang tua,” kata Azizah.
Ia bercerita, kedua orang tuanya tidak memiliki kesempatan menempuh pendidikan formal. Karena itu, ia ingin membuktikan bahwa perjuangan keluarga yang telah mengantarkannya sampai ke bangku kuliah tidak berhenti sebagai cerita biasa.
“Saya ingin membuat mereka bangga. Kadang setelah ikut kegiatan, saya video call orang tua. Rasanya senang melihat mereka tersenyum atau bahkan terharu dengan apa yang saya capai,” ujarnya.
Bagi Azizah, momen sederhana seperti memperlihatkan sertifikat, bercerita tentang kegiatan, atau menunjukkan bahwa dirinya dipercaya tampil di forum internasional menjadi hadiah yang tidak bisa diukur dengan materi.
Ia mengaku sejak awal selalu menanamkan pemikiran bahwa kesempatan harus diperjuangkan.
“Saya sering berpikir, kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak? Kita sama-sama memulai dari usaha dan proses,” katanya.
Prinsip itu pula yang membawanya berani mendaftar konferensi internasional setelah menemukan informasi melalui media sosial. Dari mencari tahu persyaratan, berdiskusi dengan dosen, menyusun gagasan, hingga mengurus proses administrasi dan pendanaan, seluruh tahapan dijalaninya sendiri dengan konsisten.
Pada forum tersebut, Azizah akan mempresentasikan gagasan bertema lingkungan yang menyoroti pemanfaatan sampah organik menjadi produk bernilai guna.
Meski demikian, bagi Azizah, keberangkatan ke luar negeri bukanlah tujuan akhir.
Menurutnya, pengalaman tersebut adalah cara membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan membawa nama keluarga serta kampus ke tingkat yang lebih luas.
Ia juga berharap cerita perjalanannya dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain yang mungkin masih ragu untuk mencoba.
“Jangan tunggu merasa hebat untuk memulai. Karena kemampuan itu tumbuh saat kita terbiasa mencoba,” ujarnya.
Keikutsertaan Azizah dalam forum internasional menjadi lebih dari sekadar capaian akademik. Di balik tiket keberangkatan dan presentasi internasional, ada mimpi seorang anak yang ingin membalas perjuangan orang tua dengan cara terbaik yang ia bisa.
Perjalanan Nur Azizah menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu berangkat dari keinginan untuk dikenal. Kadang, pencapaian terbesar lahir dari keinginan sederhana: membuat orang tua tersenyum dan merasa bangga atas perjuangan anaknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....