Tak Hanya Kuliah, Mahasiswi UTU Kini Tembus Forum Dunia
- 24 Jun 2026 14:23 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Menjadi mahasiswa aktif sekaligus produktif di luar kampus menjadi prinsip yang dijalani Nur Azizah selama menempuh pendidikan di Universitas Teuku Umar (UTU).
Mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan tersebut berhasil lolos sebagai delegasi Indonesia pada The 4th International Youth Conference (IYC) 2026 yang akan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Malaysia–Singapura.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) bersama Asia Pacific Student Association dan Nanyang Technological University itu akan mempertemukan sekitar 150 peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, India, dan Thailand.
Di balik pencapaian tersebut, keseharian Azizah tidak hanya diisi aktivitas akademik. Setelah menyelesaikan tahap akhir perkuliahan, ia tetap aktif mengajar les privat, membantu proyek dosen, serta terus mencari ruang pengembangan diri.
“Setelah selesai sidang, saya tetap mencari kegiatan yang produktif. Selain mengajar les privat, saya juga membantu beberapa proyek dosen dan mencoba terus belajar dari pengalaman di luar kelas,” ujarnya.
Bagi Azizah, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya hadir di ruang kuliah. Menurutnya, pengalaman organisasi, kompetisi, hingga forum ilmiah menjadi bekal penting yang akan membedakan mahasiswa saat memasuki dunia kerja.
Kesempatan mengikuti konferensi internasional ini pun berawal dari kebiasaan sederhana: aktif mencari informasi.
Ia mengaku menemukan informasi kegiatan melalui media sosial, kemudian mencari tahu lebih jauh, berdiskusi dengan dosen, dan menyiapkan seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya dinyatakan lolos.
“Saya berpikir, kalau ada peluang kenapa tidak dicoba. Kadang kesempatan itu memang harus dicari dan diperjuangkan sendiri,” katanya.
Dalam forum internasional tersebut, Azizah akan mempresentasikan gagasan bertema lingkungan yang menyoroti pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Meski membawa ide menjadi syarat utama, ia menilai kemampuan komunikasi dan keberanian tampil juga menentukan keberhasilan dalam proses seleksi.
“Kita mungkin punya ide yang bagus, tapi harus bisa menyampaikannya dengan baik supaya orang lain memahami dan percaya dengan gagasan yang kita bawa,” ujarnya.
Azizah juga menekankan pentingnya lingkungan pertemanan yang mendukung perkembangan diri.
Menurutnya, mahasiswa perlu membuka relasi dengan orang-orang yang aktif dan memiliki semangat bertumbuh agar lebih banyak memperoleh informasi serta kesempatan.
Di balik seluruh pencapaiannya, motivasi terbesar Azizah berasal dari keluarga, khususnya kedua orang tuanya.
“Yang membuat saya terus mencoba adalah orang tua. Saya ingin mereka bangga dan melihat bahwa pendidikan bisa membawa perubahan,” katanya.
Keikutsertaan Azizah di forum internasional menjadi gambaran bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya soal menyelesaikan studi, tetapi juga tentang bagaimana memanfaatkan masa kuliah untuk membangun pengalaman, jaringan, dan keberanian mengambil kesempatan.
Prestasi yang diraih Nur Azizah menunjukkan bahwa mahasiswa aktif bukan hanya mereka yang unggul secara akademik, tetapi juga yang mampu memanfaatkan setiap peluang untuk berkembang. Dari ruang kuliah hingga forum internasional, langkahnya menjadi contoh bahwa pengalaman dan keberanian mencoba dapat membuka jalan lebih luas bagi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....