APBN yang Baik Bukan yang Habis Dibelanjakan, tapi yang Manfaatnya Dirasakan
- 13 Jun 2026 09:05 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Tapaktuan - Ketika sebuah jalan selesai dibangun, sekolah memperoleh fasilitas belajar yang lebih baik, atau masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, yang terlihat adalah hasil akhirnya. Namun di balik itu semua, terdapat proses penting yang menentukan keberhasilan penggunaan uang negara, yaitu perencanaan anggaran.
Selama ini masih banyak yang beranggapan bahwa keberhasilan pelaksanaan APBN diukur dari seberapa besar anggaran yang berhasil dibelanjakan. Padahal, anggaran yang terserap tinggi belum tentu menghasilkan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Karena itu, pemerintah terus mendorong perubahan cara pandang dalam pengelolaan keuangan negara. Fokusnya tidak lagi sekadar pada penyerapan anggaran, melainkan pada hasil yang benar-benar dicapai. Dengan kata lain, setiap rupiah APBN harus mampu menghasilkan manfaat yang nyata.
Untuk memastikan hal tersebut, Kementerian Keuangan melakukan pemantauan melalui sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Anggaran atau yang dikenal dengan Monev Kemenkeu. Melalui sistem ini, pemerintah dapat melihat apakah program yang telah direncanakan benar-benar terlaksana sesuai target dan memberikan hasil yang diharapkan.
Sederhananya, yang dinilai bukan hanya berapa banyak uang yang dibelanjakan, tetapi juga apa yang berhasil diwujudkan dari anggaran tersebut. Apakah pembangunan yang direncanakan selesai? Apakah layanan kepada masyarakat meningkat? Apakah tujuan program tercapai?
Pendekatan ini penting karena APBN pada dasarnya adalah alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika perencanaan dilakukan dengan baik, pelaksanaan program menjadi lebih tepat sasaran, lebih efisien, dan lebih bermanfaat.
Masyarakat mungkin tidak selalu melihat proses pengelolaan anggaran di balik layar. Namun dampaknya dapat dirasakan secara langsung melalui berbagai program pembangunan, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi.
Pada akhirnya, kualitas APBN tidak ditentukan oleh seberapa besar anggaran yang dihabiskan, melainkan seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat. Oleh karena itu, perencanaan yang matang, pelaksanaan yang disiplin, dan evaluasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar setiap rupiah uang negara benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan yang lebih baik.
Dengan pengelolaan yang semakin transparan dan berorientasi pada hasil, APBN diharapkan tidak hanya menjadi angka dalam dokumen keuangan negara, tetapi menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Oleh : Jhonstemos Kafaso Perangin Angin PTPN Mahir KPPN Tapaktuan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....