Tradisi 'Tulak Bala' Warisan Leluhur Gampong Pasi Jambu

  • 03 Sep 2024 23:09 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Masyarakat Gampong Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, menggelar tradisi 'tulak bala' atau menolak marabahaya (bala). Yakni sebuah ritual yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

"Tradisi ini merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT agar masyarakat desa terhindar dari segala marabahaya dan bencana yang mungkin mengancam," kata Tuha Pheut Gampong Pasi Jambu, Abdul Manan, Selasa (3/9/2024) malam.

Ia menjelaskan bahwa tradisi ini telah dilakukan sejak dahulu kala dan terus dilestarikan hingga kini. "Ini adalah warisan dari nenek moyang kami. Tradisi tolak bala ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kami, yang diyakini mampu melindungi desa dari bala dan malapetaka," ujar Abdul Manan.

Acara dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Imam Gampong, Tgk. Razali. Dalam suasana khidmat, seluruh warga berkumpul di halaman masjid desa. Tgk. Razali memimpin pembacaan doa-doa khusus yang diiringi dengan lantunan shalawat dan zikir “Ya Latif.” Doa tersebut memohon perlindungan Allah dari segala bentuk bencana, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Yang membuat radisi ini semakin unik adalah prosesi mengelilingi desa sambil membawa obor. Setelah doa selesai dipanjatkan, seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, berbaris dengan tertib dan mulai mengelilingi desa.

Cahaya obor yang menerangi jalan menambah kesakralan suasana malam itu. Mereka berjalan bersama, menyusuri jalan-jalan desa, seakan-akan membentuk perisai pelindung yang mengelilingi kampung mereka.

"Tolak bala ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol kebersamaan dan kekuatan doa. Kami percaya, dengan berkumpul dan berdoa bersama, Allah akan menjauhkan kami dari segala bencana," kata Tgk. Razali.

Tradisi ini juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Semua kalangan, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, terlibat dalam ritual ini. Rasa kebersamaan dan persatuan begitu terasa ketika seluruh warga berjalan bersama, memohon perlindungan bagi desa tercinta.

Meskipun zaman terus berubah, masyarakat Gampong Pasi Jambu tetap mempertahankan tradisi tolak bala ini sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya yang tidak ternilai harganya. Mereka berharap, tradisi ini akan terus dilestarikan oleh generasi yang akan datang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....