Kemall Al-Farabi Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Isu di Medsos

  • 12 Agt 2024 09:02 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Kemall Al-Farabi mengajak semua masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu di media sosial dengan terlebih dahulu melakukan filterisasi/ menyaring dan mengkroscek kebenarannya. Hal tersebut disampaikannya dalam siaran pers pada RRI, Sabtu (10/8/2024).

Pasalnya, lanjut aktivis sufi ini mengkonsumsi mentah-mentah berbagai informasi yang beredar di media sosial dapat berakibat fatal terhadap diri kita yaitu buruk sangka, benci, iri dengki dan berbagai penyakit hati lainnya, serta akan berdampak buruk terhadap lingkungan bermasyarakat berbangsa beragama dan Bernegara. .

“Melalui momentum HUT RI yang ke 79 ini mari kita rajut kembali silaturahmi antara ulama-umara dan masyarakat yang merupakan suatu komponen yang saling berkaitan dalam mewujudkan cita-cita mulia leluhur kita yang telah berjuang memerdekakan Indonesia dengan semangat kesatuan dan azas prinsip Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Kemall.

Lanjut Kemal, Sudah menjadi fakta sejarah bahwa negara Indonesia menjadi kuat karena terdiri dari berbagai suku, ras dan agama yang walaupun berbeda-beda namun tetap satu yaitu Ketuhanan yang maha Esa pada Pancasila pertama sebagai ideologi falsafah negara kita.

“Melalui HUT RI ini mari kita kembali bersatu padu karena bersatu kita teguh dan bercerai kita runtuh, jangan mau kita di pecah belah oleh pihak- pihak yang sengaja ingin merusak dan menghancurkan bangsa dan agama kita” Ucapnya.

Menurutnya, agama merupakan pondasi paling mendasar dalam pembangunan negara ini, kalau warga negara memahami dan mengamalkan agama dengan baik dan benar maka baik lah bangsa ini begitu juga sebaliknya.

“Sebab, Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan atau suri tauladan ummat manusia telah bersabda untuk menjadikan Alquran dan Al-Hadist sebagai pedoman hidup agar tidak sesat di dunia maupun akhirat kelak," tutur Kemall.

Terkadang ia merasa heran melihat situasi dan kondisi masyarakat Aceh khususnya dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, dimana sebagian besar masyarakat kita terlalu cepat percaya dan langsung mengambil kesimpulan terhadap suatu informasi tanpa melakukan pengecekan akan kebenarannya.

Menurut pengamatan kemal, selama ini banyak masyarakat menolak menghadiri ajaran Abuya Amran baik secara online maupun secara offline. Kemal mengatakan hal tersebut terjadi karena adanya ujaran informasi yang salah dan keliru dalam memahami ajaran yang disampaikan oleh gurunya Abuya Amran.

“Setidaknya coba kepada siapapun perlu membuka diri ajak Kemall, untuk menerima ilmu yang disampaikan Abuya Amran, dengan cara mendengarkan dulu jangan langsung memvonis tidak baik atau sesat tanpa bertabayyun terlebih dahulu” Ucap Kemall.

Semestinya kemal menambahkan, Abuya Amran harus lebih karena Abuya amran ini anak kandung dari guru para ulama-ulama besar di Aceh maupun di Nusantara (Abuya Muda Wali Al-Khalidi) dan sudah sepatutnya semua masyarakat Aceh beradab yang baik kepada beliau Abuya Amran Wali sebagai ta'dhim kepada guru.

“Abuya muda wali Al-khalidi adalah sosok ulama kharismatik, hampir semua ulama besar di Aceh dan Nusantara berguru pada nya dan jejak rekam itu kini kembali pada Abuya Amran dan terbukti banyak ulama sufi besar tingkat dunia hari ini berguru pada Abuya," tutur Kemall.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....