Dari Donasi ke Aksi, YAI Meulaboh Dorong Pemberdayaan Keluarga Yatim

  • 07 Okt 2026 12:58 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh–Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) Meulaboh terus mendorong kepedulian masyarakat agar tidak berhenti pada kegiatan donasi, tetapi dapat berkembang menjadi aksi nyata yang memberikan dampak bagi pemberdayaan keluarga yatim di Aceh Barat. Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) Meulaboh, Devi Aryani, dalam program Ngobrol Bareng Komunitas RRI Meulaboh pada Selasa, 6 Oktober 2026 dengan tema “Dari Donasi ke Aksi, Mengubah Kepedulian Menjadi Pemberdayaan”.

Devi mengatakan, gerakan sosial yang dilakukan YAI telah dimulai sejak 2018 melalui komunitas kebaikan yang saat itu dikenal dengan program Gerakan Jumat Berkah. Setahun kemudian, kegiatan tersebut berkembang dengan terbentuknya kepengurusan yayasan yang hingga kini terus menjalankan berbagai program sosial.

“Kita sudah bergerak dari tahun 2018, menggerakkan kepedulian dan kedermawanan dari masyarakat sekitar untuk disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan-kegiatan dan pemberdayaan, terutama untuk keluarga yatim,” ujarnya.

Menurut Devi, berbagai program yang dijalankan YAI berangkat dari kepedulian masyarakat yang kemudian dikelola secara terorganisasi. Ia menyebutkan, dukungan yang awalnya terbatas ternyata mampu memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikumpulkan dan dikelola secara bersama. “Kebaikan-kebaikan kecil itu ketika diorganisir dengan baik bisa memberikan dampak yang besar untuk perubahan dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Salah satu program yang saat ini menjadi perhatian adalah bedah kamar yatim yang telah memasuki pengerjaan kamar keenam dan ditargetkan mencapai 10 kamar hingga akhir 2026. Selain program mingguan, YAI Meulaboh memiliki sejumlah program harian dan bulanan.

Program harian di antaranya Sahaja atau Sahabat Jajan yang mengajak masyarakat melakukan sedekah subuh. Sementara program mingguan diwujudkan melalui Gerakan Jumat Berkah dengan kegiatan berbagi makanan dan minuman serta membantu kebutuhan masjid.

Untuk program bulanan, YAI memiliki program Orang Tua Asuh yang memberikan santunan sekaligus pendampingan kepada anak-anak yatim yang belum baligh. Saat ini, sebanyak 85 anak yatim mendapatkan santunan melalui dukungan para orang tua asuh. “Kita tidak ingin anak-anak hanya menerima santunan saja tanpa ada pendampingan. Yang kita lakukan lebih pada keaktifan dua belah pihak,” tambahnya.

YAI Meulaboh juga memberikan perhatian kepada para bunda yatim melalui kegiatan pendampingan dan kajian keagamaan, termasuk pembelajaran membaca Iqra dan Al-Qur’an. Sementara pada program tahunan, kegiatan dilakukan secara lebih luas, terutama selama Ramadan, seperti Gerakan Jumat Berkah Nasional, berbagi takjil, kunjungan kepada anak yatim, pembagian paket berbuka puasa, hingga program Kurban Berkah yang telah memasuki tahun ketujuh.

Devi berharap gerakan sosial tersebut dapat terus berkembang melalui sinergi berbagai pihak. “Kita berharap banyak lagi komunitas-komunitas kebaikan yang bertumbuh di Kota Meulaboh. Kita meyakini masalah-masalah sosial tidak mungkin ditangani seratus persen oleh pemerintah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan menjadi kunci agar sebuah program benar-benar memberikan dampak. “Kuncinya itu satu, keistiqamahan dalam menjalankan program,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....