Guru SLB Dorong Pendidikan Inklusif dan Kemandirian Anak Disabilitas

  • 07 Okt 2026 13:00 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh- Guru pendidikan khusus SLB Negeri Meulaboh, Diana Santy, S.Pd, Gr, M.Pd menegaskan pentingnya pendidikan yang memberikan ruang setara bagi anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, pendidikan inklusif harus mampu menciptakan lingkungan yang adil, terbuka, dan dapat menerima setiap anak tanpa memandang kondisi maupun kemampuan.

Diana mengatakan, selama hampir 12 tahun berkecimpung di dunia pendidikan khusus, dirinya terus berupaya memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik. “Pembelajaran ini harus bisa bermanfaat, harus bisa memberikan dampak yang nyata bagi para murid-murid berkebutuhan khusus,” ujarnya dalam dialog Ruang Disabilitas & Inklusi bersama RRI Meulaboh pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, proses pembelajaran di sekolah luar biasa diawali dengan identifikasi dan asesmen untuk mengetahui kemampuan, kebutuhan, bakat, serta minat masing-masing peserta didik. Hal tersebut penting karena setiap anak memiliki karakteristik dan kebutuhan belajar yang berbeda.

Menurut Diana, pendidik tidak seharusnya hanya melihat keterbatasan yang dimiliki anak. Sebaliknya, guru harus mampu menemukan potensi yang dapat dikembangkan.

“Kalau kami melihatnya dari kira-kira apa yang menjadi kelebihannya, apa yang menjadi potensinya. Nah, itu bagi kami sebagai pendidik di sekolah luar biasa itu yang harus menjadi hal utama,” ujarnya.

Diana juga menekankan pentingnya sikap sabar, aktif mencari solusi, terus belajar, melakukan aksi nyata, serta melakukan refleksi dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus.

Ia menyebut tujuan pendidikan khusus tidak semata-mata mengejar kemampuan akademik. Yang lebih penting adalah membekali peserta didik agar mampu hidup mandiri dan tidak terus bergantung kepada orang lain.

“Di dunia pendidikan khusus itu tidak menitikberatkan kepada akademik, tapi bagaimana caranya mereka supaya mandiri,” tambahnya.

Ia berharap dukungan terhadap pendidikan inklusif tidak hanya datang dari guru dan sekolah, tetapi juga pemerintah, orang tua, dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi tersebut, anak-anak berkebutuhan khusus diharapkan memperoleh hak pendidikan dan kesempatan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Diana juga mengajak masyarakat memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali. “Marilah kita wujudkan pendidikan yang sama-sama bisa memberikan hak bagi siapapun tanpa terkecuali, tanpa memandang latar belakang, kondisi, kemampuan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....