HUT ke-438 Meulaboh, Hiburan Wajib Berpedoman pada Syariat Islam

  • 06 Okt 2026 18:01 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan rangkaian peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh tahun 2026 yang digelar selama dua hari dua malam tetap berpedoman pada aturan syariat Islam, dengan mengutamakan talenta lokal dan ketertiban masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM usai memimpin rapat finalisasi persiapan HUT ke-438 Kota Meulaboh tahun 2026 di Aula Pocut Baren Setdakab Aceh Barat, Senin, 5 Oktober 2026.

“Memang rencananya berbeda dengan tahun lalu, kalau tahun lalu ada Pekan Kebudayaan Aceh yang berlangsung lebih lama, sekitar satu minggu, kali ini kita hanya dua hari dua malam,” kata Tarmizi. Ia menjelaskan, penyesuaian durasi kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.

Menurut Tarmizi, meski kegiatan utama hanya berlangsung dua hari dua malam, rangkaian kegiatan bagi pelaku UMKM akan tetap dilaksanakan selama satu minggu. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga akan melibatkan kolaborasi dengan TNI untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara.

“Proses untuk UMKM-nya seminggu juga akan ada kolaborasi dengan TNI, jadi kita tidak lama karena menyesuaikan dengan anggaran,” ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya mengikuti arahan Presiden agar penggunaan anggaran daerah dilakukan secara efektif dan tidak berlebihan.

Tarmizi mengatakan, UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan HUT ke-438 Kota Meulaboh agar masyarakat pelaku usaha memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut. “Kita lebih fokus kepada UMKM, supaya mereka bisa mendapatkan segi dari setiap event-event yang ada,” katanya.

Dari sisi hiburan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tidak menghadirkan artis dari luar daerah dan memilih memberdayakan talenta-talenta lokal. “Kita memang fokus kepada talent-talent lokal, tidak gunakan talent luar, artis-artis dan sebagainya,” ujar Tarmizi.

Tarmizi menegaskan, hiburan dalam rangkaian HUT ke-438 Kota Meulaboh tetap diperbolehkan, namun pelaksanaannya harus berada dalam koridor syariat Islam dan menyesuaikan dengan fatwa ulama. “Hiburan ada, tetapi sesuai dalam koridor syariat Islam, dan kita sangat menyesuaikan dengan aturan syariat Islam yang sudah ada fatwa daripada ulama,” tegasnya.

Selain menjaga kesesuaian dengan syariat Islam, Tarmizi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung agar pelaksanaan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Kita meminta kepada masyarakat nanti itu lebih tertib dibandingkan dengan tahun yang lalu, kita berharap semuanya berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....