Sebanyak 600 Mahasiswa UTU Dibekali Green Jobs lewat Pelatihan UNDP

  • 01 Okt 2026 10:14 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Sebanyak 600 mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait green jobs serta aksi iklim inklusif melalui pelatihan yang digelar bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia. Kegiatan berlangsung di Auditorium Teuku Umar, Meulaboh, Selasa, 29 September 2026, sebagai bagian dari program Skill Our Future (SOF).

Pelatihan yang diselenggarakan Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) UTU tersebut diarahkan untuk memperluas kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. Peserta juga diperkenalkan dengan jalur pengembangan kompetensi melalui pendaftaran akun SOF, workshop daring bersertifikat, hingga peluang mengikuti inkubasi bisnis dan keterampilan selama dua bulan.

Kepala UPA PKK UTU, Dr. Muktaridha, M.Si., mengatakan pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi dilanjutkan dengan tahapan pengembangan kompetensi bagi mahasiswa.

“Pelatihan ini akan terus berlanjut. Mahasiswa yang sudah ikut diarahkan mendaftar ke laman resmi untuk membuat akun SOF, dilanjutkan dengan workshop online hingga mendapatkan sertifikat. Sertifikat tersebut menjadi tiket mereka untuk mengikuti inkubasi selama dua bulan,” kata Muktaridha.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, H. Ibrahim Laweung, SKM., MNSc., yang mewakili Rektor UTU, menilai penguatan kompetensi perlu berjalan seiring dengan pendidikan akademik agar lulusan lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja.

“Penguatan kompetensi mahasiswa harus berjalan beriringan dengan pendidikan akademik. Perubahan dunia kerja berlangsung cepat, dan lulusan kita dituntut lebih adaptif terhadap arah ekonomi baru,” ujarnya.

Sementara itu, Focal Point Youth Empowerment Initiative UNDP Indonesia, Randa Sandhita, menjelaskan konsep green jobs tidak hanya berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga upaya mendukung pemulihan lingkungan melalui energi terbarukan, efisiensi energi dan pengurangan emisi.

Menurutnya, program SOF menjadi salah satu sarana untuk menghubungkan generasi muda dengan kebutuhan keterampilan digital, dunia kerja dan peluang kewirausahaan.

“Program SOF menjadi jembatan bagi mahasiswa yang ingin mengambil peluang ekonomi dari aksi iklim. Kami menghubungkan anak muda dengan keterampilan digital dan pengalaman praktis sebelum mereka masuk ke dunia kerja,” tutur Randa.

Materi pelatihan juga membahas pentingnya keterlibatan kelompok masyarakat secara inklusif dalam transisi menuju ekonomi hijau. Senior Gender Specialist NDC 2.0–UNDP, Zubaidah Djohar, menekankan perlunya membuka akses yang setara terhadap pelatihan, teknologi, pembiayaan dan ruang pengambilan keputusan bagi perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Dari sisi akademik, dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UTU, Cut Asmaul Husna, MM., mengajak mahasiswa melihat perubahan iklim sebagai persoalan yang juga berdampak terhadap sektor ekonomi, produktivitas dan biaya usaha.

Pelatihan tersebut turut mendukung agenda pembangunan berkelanjutan UTU, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses pekerjaan layak, kesetaraan serta keterlibatan generasi muda dalam aksi perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....