“Bikin Ngakak Pakai Bahasa Aceh, Muliadi Sabet Juara Meucagak!”

  • 30 Sep 2026 22:12 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh: Siapa sangka, seni komedi tunggal atau Meucagak bisa menjadi jalan bagi pelajar untuk mengukir prestasi sekaligus mengenal dan melestarikan bahasa Aceh. Hal itu tergambar dari keberhasilan M. Muliadi, siswa SMP Negeri 2 Meureubo, yang meraih Juara 1 Meucagak pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Aceh Barat 2026.

Cerita di balik prestasi tersebut dibahas dalam program Sore Ceria RRI Meulaboh, Selasa (29/9/2026), dengan tema “Mengukir Prestasi Komedi Tunggal (Meucagak) di FTBI Aceh Barat”. Program ini menghadirkan Muliadi bersama Osyanda Rahayu, Guru SMP Negeri 2 Meureubo, untuk berbagi pengalaman mengenai proses hingga keberhasilan di ajang tersebut.

Meucagak menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas melalui humor dan kemampuan berbicara. Di atas panggung, siswa tidak hanya dituntut mampu membuat penonton tertawa, tetapi juga berani tampil, mengolah cerita, serta menggunakan bahasa Aceh dalam suasana yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Bagi Muliadi, pencapaian Juara 1 tersebut tentu menjadi pengalaman berharga. Prestasi itu lahir dari keberanian mencoba, persiapan dan latihan, serta dukungan guru dan sekolah. Pengalaman tampil di depan banyak orang juga menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi.

Namun, kegiatan Meucagak dalam FTBI tidak berhenti pada persoalan siapa yang mendapatkan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membudayakan bahasa Aceh agar tetap digunakan, dikenal dan dicintai oleh generasi muda. Bahasa daerah yang dikemas melalui komedi diharapkan terasa lebih dekat dan menyenangkan bagi pelajar.

Kehadiran guru dalam mendampingi siswa juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Osyanda Rahayu turut memberikan dukungan agar potensi Muliadi dapat berkembang, sekaligus mendorong siswa untuk berani memanfaatkan bahasa dan budaya daerah sebagai bagian dari kreativitas mereka.

Melalui Sore Ceria RRI Meulaboh, kisah Muliadi menunjukkan bahwa sebuah kompetisi dapat memiliki makna yang lebih luas dari sekadar mengejar gelar juara. Meucagak menjadi perpaduan antara prestasi, kreativitas dan pelestarian bahasa Aceh, sehingga tawa di atas panggung sekaligus menjadi cara untuk menjaga bahasa ibu tetap hidup di tengah generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....