Cici Darmayanti Dorong Perempuan Diberi Ruang dalam Pengambilan Keputusan

  • 29 Sep 2026 17:14 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Keterlibatan perempuan dalam ruang publik dan proses pengambilan keputusan dinilai perlu terus diperkuat. Perempuan tidak hanya diharapkan hadir dalam berbagai forum, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam menentukan keputusan.

Hal tersebut disampaikan Kadiv Teknis KIP Aceh Barat, Cici Darmayanti, SE, M. Si dalam dialog Pengarusutamaan Gender pada Senin, 28 September 2026. Ia mengatakan, keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang sudah semakin terbuka, termasuk dalam pemerintahan, politik dan organisasi kemasyarakatan.

Namun, menurutnya, kehadiran perempuan dalam forum belum selalu diikuti dengan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat dan memengaruhi proses pengambilan keputusan. Data BPS mencatat keterlibatan perempuan di parlemen Aceh Barat pada 2025 sebesar 12 persen.

“Kurangnya perempuan itu diberikan kesempatan terbuka untuk ruang publik. Ketika perempuan diberikan kesempatan di ruang publik dan dia bisa menyuarakan itu, kadang dianggap bahwa dia menentang kaum laki-laki,” ujarnya.

Cici menilai, sosialisasi mengenai gender perlu melibatkan perempuan dan laki-laki secara bersama-sama. Menurutnya, keterlibatan kedua pihak dapat mengurangi kesalahpahaman mengenai makna kesetaraan gender dan pembagian peran dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

“Yang penting dilibatkan itu kedua belah pihak, antara bapak dan ibu-ibu. Biar jangan terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Cici menyebutkan bahwa perempuan perlu memperoleh akses yang setara terhadap pendidikan, modal, kesehatan, kesempatan berpartisipasi dan pengambilan keputusan. Menurutnya, hasil pembangunan juga perlu dapat dirasakan secara adil oleh perempuan maupun laki-laki.

“Yang diberikan kepada perempuan itu akses, punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan sumber daya, baik sekolah, modal, kesehatan, partisipasi, serta kesempatan yang sama untuk ikut mengambil keputusan,” ujarnya.

Cici menegaskan, persoalan kesetaraan gender tidak semata-mata berkaitan dengan perempuan ataupun laki-laki, tetapi juga dengan sistem yang memberikan kesempatan dan akses secara adil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....