Cegah Stunting, Aceh Barat Perkuat Pendampingan dan Layanan Gizi
- 28 Sep 2026 20:59 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menjadikan data stunting sebagai salah satu perhatian dalam penguatan program gizi, kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi melalui kegiatan koordinasi jejaring layanan di Tiara Hotel Meulaboh, Senin, 28 September 2026. Kegiatan yang dibuka Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Barat, Ruswaidi, mewakili Bupati Aceh Barat, tersebut diarahkan untuk memperkuat pencegahan stunting melalui koordinasi layanan dan pendampingan keluarga.
Ruswaidi mengatakan data stunting yang masih menjadi perhatian menunjukkan perlunya penguatan upaya pencegahan dan pendampingan keluarga. Menurutnya, persoalan stunting tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan pemenuhan gizi, pola asuh, lingkungan, perilaku hidup sehat dan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
“Data stunting yang masih menjadi perhatian kita menunjukkan bahwa penguatan upaya pencegahan dan pendampingan keluarga perlu terus dilakukan,” kata Ruswaidi. Ia menambahkan penanganan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ruswaidi menjelaskan pembangunan kesehatan harus dilakukan sejak awal kehidupan melalui pendekatan pencegahan. Karena itu, upaya menekan persoalan stunting perlu diarahkan dari hulu hingga hilir dengan memperkuat pelayanan dan pendampingan masyarakat.
Menurutnya, koordinasi antar layanan menjadi penting agar berbagai program yang berkaitan dengan gizi serta kesehatan ibu dan anak tidak berjalan sendiri-sendiri. Keterhubungan tersebut diharapkan membuat pelayanan lebih terarah sekaligus memperkuat upaya perbaikan status gizi masyarakat.
“Pembangunan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya kita membangun Aceh Barat yang maju dan sejahtera. Maka kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam 100 program prioritas Pemkab Aceh Barat,” ujarnya.
Ruswaidi berharap koordinasi jejaring layanan dapat menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan dalam penanganan persoalan kesehatan di lapangan. Sasaran akhirnya adalah masyarakat yang semakin sehat, status gizi yang semakin baik serta ibu dan anak yang memperoleh perhatian dan pelayanan berkualitas.
“Semoga ikhtiar ini memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Aceh Barat dan menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan generasi Aceh Barat yang sehat, berkualitas serta siap menyongsong generasi emas 2045,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....