Jembatan Krueng Tingkeum Kembali Beroperasi, Jalur Banda Aceh–Medan Lancar

  • 21 Sep 2026 18:30 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Bireuen - Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, kembali beroperasi mulai Minggu, 20 September 2026. Beroperasinya jembatan permanen tersebut kembali membuka konektivitas masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa pada jalur nasional Banda Aceh–Medan.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan, beroperasinya kembali Jembatan Krueng Tingkeum sangat dinantikan masyarakat karena jalur tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Aceh dengan Sumatera Utara.

“Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat. Jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Aceh dengan Sumatera Utara. Dengan beroperasinya kembali jembatan permanen, kita berharap mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat kembali berjalan lebih lancar,” ujarnya di sela kunjungan kerja di Semarang.

Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Tito Karnavian serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo atas selesainya pembangunan jembatan permanen tersebut.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Satgas PRR Bapak Tito Karnavian dan Menteri PU Bapak Dody Hanggodo atas selesainya pembangunan serta beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum untuk masyarakat,” katanya.

Jembatan Krueng Tingkeum sebelumnya terputus akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025. Selama proses pembangunan kembali, masyarakat dan pengguna jalan menggunakan jembatan Bailey sebagai akses sementara dengan sistem buka-tutup arus kendaraan.

Penggunaan jembatan sementara tersebut membuat arus lalu lintas harus diatur secara bergantian dan pada waktu tertentu menimbulkan antrean kendaraan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalur Banda Aceh–Medan merupakan salah satu koridor utama pergerakan masyarakat dan distribusi barang di Aceh dan Sumatera Utara.

Dengan kembali beroperasinya jembatan permanen, Pemerintah Aceh berharap konektivitas transportasi semakin lancar dan memberikan kepastian serta kenyamanan bagi masyarakat maupun pelaku distribusi logistik.

Fadhlullah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang sejak awal turut membantu penanganan akses masyarakat, termasuk pembangunan jembatan darurat setelah jembatan utama terputus akibat bencana.

“Kita juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang sejak awal hadir membantu masyarakat. TNI telah membangun jembatan darurat, sementara TNI dan Polri terus menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas. Semua ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” ujar Fadhlullah.

Ia berharap beroperasinya kembali Jembatan Krueng Tingkeum dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung pemulihan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur nasional Banda Aceh–Medan setelah sebelumnya terdampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....