Aceh Barat Siap Kembali Ikuti Penilaian Adipura Nasional

  • 21 Sep 2026 11:35 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, memastikan kesiapan mengikuti program Adipura tingkat nasional tahun ini setelah sebelumnya tidak menjadi peserta akibat bencana hidrometeorologi. Sekretaris Daerah Aceh Barat Dr. Kurdi menyampaikan kesiapan tersebut setelah pemerintah daerah menjawab surat Kementerian Lingkungan Hidup dan kini memasuki tahap kedua penilaian atau TW II.

“Ya benar, pada saat bencana hidrometeorologi tahun lalu, beberapa kabupaten tidak diikutsertakan sebagai peserta untuk mendapatkan Adipura tahun kemarin,” kata Kurdi, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Kurdi, Aceh Barat kini telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sehingga pemerintah daerah mulai kembali fokus menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. Ia berharap kondisi tersebut dapat mendukung keikutsertaan Aceh Barat dalam program Adipura secara nasional.

“Tahun ini kita sudah menjawab surat dari Kementerian LHK bahwa Kabupaten Aceh Barat sudah siap mengikuti kegiatan Adipura secara nasional,” ujarnya.

Kurdi mengatakan, meskipun sebagian wilayah Aceh Barat masih dalam proses pemulihan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga lingkungan tetap asri sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian Adipura. Ia menyebut program tersebut saat ini telah memasuki TW II dan Aceh Barat sudah mendapatkan survei dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Harapan kita meskipun saat ini sebagian kabupaten dalam proses pemulihan, tapi Aceh Barat sekarang sudah ke tahap rehab rekon, kita bisa menjaga asri lingkungan dan bisa berpartisipasi dalam program Adipura,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mengharapkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, masyarakat, media hingga pihak swasta. Dukungan sektor swasta dinilai penting, terutama bagi pelaku usaha yang menghasilkan timbulan sampah dalam jumlah besar.

“Ya, tentu pemerintah daerah siap, dukungan dari seluruh stakeholder, perguruan tinggi, masyarakat, media, kemudian juga dukungan dari pihak swasta yang paling penting,” ujar Kurdi.

Kurdi menyebut persoalan timbulan sampah menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di Aceh Barat. Saat ini, timbulan sampah di Kabupaten Aceh Barat diperkirakan mencapai sekitar 130 ton per hari.

“Terutama yang ikut di bidang usaha yang menghasilkan timbulan sampah yang cukup besar, saat ini memang Kabupaten Aceh Barat timbulan sampahnya sekitar 130 ton per hari,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....