Percepat Wajib Belajar 13 Tahun, Aceh Barat Bidik PAUD di Tiap Gampong
- 17 Sep 2026 13:54 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempercepat penuntasan wajib belajar (Wajar) 13 tahun dengan menyiapkan pembangunan unit sekolah baru pendidikan anak usia dini (PAUD) di sejumlah gampong, sebagai upaya memperluas akses pendidikan sejak usia dini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, Irwan, M.Si, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai di kantornya, Rabu, 16 September 2026 siang, setelah sejumlah gampong menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah PAUD.
Irwan mengatakan, sejumlah gampong telah menunjukkan dukungan terhadap rencana tersebut melalui hibah tanah untuk pembangunan unit sekolah baru PAUD atau taman kanak-kanak (TK). "Yang pertama sekali, kita kan sudah mendapatkan bantuan hibah tanah dari Geuchik Alu Kuyun, Woyla Timur, kemudian dari Geuchik Manjeng, Kecamatan Pante Ceureumen, dan juga dari Geuchik Napai, Woyla Barat," ujarnya.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah gampong menjadi bagian penting dalam mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Aceh Barat. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan unit pendidikan PAUD dapat dilakukan secara bertahap di seluruh gampong, terutama gampong yang telah menyerahkan dokumen hibah tanah.
"Harapan kita ke depan adalah di masing-masing gampong di seluruh Aceh Barat, utamanya dari gampong yang sudah menyerahkan surat tanah tersebut, itu kita akan mempercepat upaya penuntasan wajib belajar 13 tahun di Kabupaten Aceh Barat," kata Irwan. Ia menjelaskan, pelaksanaan wajib belajar 13 tahun diharapkan dimulai dari pendidikan anak usia dini sebelum berlanjut ke jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Upaya mempercepat pembangunan PAUD juga telah dibawa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat ke tingkat pemerintah pusat melalui audiensi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan PAUD, Dasar, dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Irwan menyebut rencana tersebut mendapat respons positif dari pihak kementerian.
"Alhamdulillah Pak Dirjen sangat apresiasi dan antusias menyambut rencana kita untuk mendirikan beberapa unit sekolah baru PAUD di beberapa gampong yang ada dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat," ungkapnya. Saat ini, pemerintah daerah masih mengusulkan proposal pembangunan unit sekolah baru tersebut kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Irwan menegaskan, sasaran pemerintah daerah tidak hanya membangun PAUD di beberapa wilayah, tetapi secara bertahap mengupayakan agar setiap gampong di Aceh Barat memiliki unit pendidikan anak usia dini. "Memang sasaran kita setiap gampong yang ada di wilayah Aceh Barat itu akan terbangun seluruh unit pendidikan anak usia dini," ujarnya.
Untuk merealisasikan target itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat terus melakukan pendekatan persuasif kepada pemerintah gampong agar bersedia menyediakan tanah atau memanfaatkan fasilitas pemerintah yang tersedia di tingkat gampong. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat ketersediaan sarana pembelajaran sekaligus memperluas kesempatan anak memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini.
"Kita masih mengusulkan proposal terkait pembangunan unit sekolah baru ini kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan alhamdulillah sudah ditanggapi serius oleh Pak Dirjen Pendidikan PAUD dan juga sekolah dasar," kata Irwan. Ia berharap seluruh upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama pemerintah gampong dapat segera direalisasikan untuk mendukung penuntasan wajib belajar 13 tahun di Aceh Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....