Bupati Tarmizi Perkuat Satlinmas dan Pageu Gampong Hadapi Ancaman Bencana
- 16 Sep 2026 23:34 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM memimpin apel siaga Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Satgas Pageu Gampong yang diikuti 425 personel dari 85 gampong di tiga kecamatan, di lapangan bola kaki Gampong Gunong Meuh, Kecamatan Kaway XVI, Rabu, 16 September 2026. Apel tersebut digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana sekaligus meningkatkan peran Satlinmas dan Satgas Pageu Gampong dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tingkat gampong.
Tarmizi mengatakan, mitigasi bencana menjadi fokus utama yang harus dipahami seluruh aparatur kampung dan tokoh masyarakat di Aceh Barat. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar masyarakat mengetahui langkah antisipasi saat menghadapi berbagai potensi bencana.
“Kita tetap fokus utama itu mitigasi bencana, jadi Aceh Barat ini kita ingin 12 kecamatan, seluruh aparatur kampung, tokoh masyarakat itu paham tentang langkah-langkah untuk mitigasi bencana,” kata Tarmizi usai memimpin apel.
Ia menyebutkan, potensi bencana yang perlu diantisipasi meliputi banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kebakaran rumah dan kejadian lainnya. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil langkah awal sehingga tidak panik ketika bencana terjadi.
“Yang paling penting, sehingga nanti bisa menjelaskan ke masyarakat, masyarakat paham, tidak panik dan sudah mempersiapkan diri sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.
Selain mitigasi bencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga memperkuat Satgas Pageu Gampong sebagai bagian dari upaya membentengi masyarakat dari berbagai penyakit sosial. Tarmizi menyebut sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, di antaranya narkoba, judi online, aliran sesat, serta berbagai pengaruh dan aktivitas yang dinilai dapat mengganggu kehidupan sosial masyarakat.
“Kita ingin memperkuat Satgas Pageu Gampong untuk membentengi kampung dari narkoba, judi online, aliran sesat, kemudian pengaruh lain, penyakit-penyakit sosial dan hal-hal yang melalaikan seperti domino dan sebagainya,” katanya.
Tarmizi menjelaskan, penguatan peran tersebut dilakukan dengan memberikan mandat dan amanah kepada personel agar memiliki tanggung jawab moral sebagai bagian dari unsur pemerintah di lapangan. Personel Satgas Pageu Gampong dan Satlinmas diharapkan dapat berperan sebagai pengawas serta ujung tombak pemerintah dalam mendeteksi dan mencegah berbagai persoalan di masyarakat.
“Dengan hari ini diapel seperti ini, mereka sudah diberi mandat, sudah diberi amanah, sehingga merasa sebagai pengawas, sebagai intel, sebagai ujung tombak pemerintah di lapangan,” ujar Tarmizi.
Ia menambahkan, setiap temuan yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan penyakit sosial dapat segera dilaporkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti. Menurut Tarmizi, laporan dari Satgas Pageu Gampong dan Satlinmas akan menjadi informasi awal yang dapat mempercepat proses penanganan di lapangan.

“Sehingga punya beban moral itu, dia akan mencegah, kemudian nanti melaporkan langsung ke polisi,” katanya.
Dalam bidang kebencanaan, Tarmizi menyebut kebakaran rumah menjadi salah satu kejadian yang perlu mendapat perhatian karena masyarakat dapat melakukan langkah awal sebelum petugas datang. Untuk itu, pelatihan sederhana mengenai cara memadamkan api akan terus ditingkatkan melalui simulasi dan pelatihan khusus.
“Yang sering ini kebakaran di rumah, jadi bagaimana cara memadamkan api, itu yang sederhana. Nanti kita tingkatkan terus,” jelasnya.
Apel siaga tersebut diikuti personel Satlinmas dan Satgas Pageu Gampong dari Kecamatan Kaway XVI, Pante Ceureumen, dan Bubon dengan total 425 personel dari 85 gampong. Kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut pada Kamis, 17 September 2026 di kawasan Makam Teuku Umar, Mugo Rayek, dengan melibatkan tiga kecamatan terakhir.
Tarmizi mengatakan, edukasi kebencanaan nantinya tidak hanya dilakukan melalui apel dan pelatihan secara langsung, tetapi juga memanfaatkan media yang mudah diakses masyarakat. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan menyiapkan video pendek mengenai langkah-langkah menghadapi bencana untuk disebarkan melalui telepon seluler masyarakat.
“Nanti ada simulasi, pelatihan khusus itu by video pendek yang kita coba buatkan nanti kita kirimkan ke semua handphone masyarakat,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....