Dekranasda Masuk Sekolah, Pelajar Aceh Barat Diajak Cintai Produk Lokal

  • 08 Sep 2026 16:46 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Barat melalui Wakil Ketua Harian, Cut Zulfahnur Syafitri, membuka kegiatan Dekranasda Masuk Sekolah di SMK Negeri 1 Samatiga, Selasa, 8 September 2026. Kegiatan tersebut digelar untuk mengenalkan kerajinan khas daerah sekaligus mendorong kreativitas siswa melalui sosialisasi dan inovasi kerajinan anyaman eceng gondok.

Kegiatan Dekranasda Masuk Sekolah tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Aceh Barat serta sekretaris dan seluruh pengurus Dekranasda Kabupaten Aceh Barat. Program ini menjadi salah satu upaya Dekranasda dalam mendekatkan kerajinan lokal kepada generasi muda di lingkungan sekolah.

Cut Zulfahnur Syafitri mengatakan kegiatan Dekranasda Masuk Sekolah merupakan salah satu program unggulan Dekranasda Kabupaten Aceh Barat. Menurutnya, SMK Negeri 1 Samatiga menjadi sekolah ketujuh yang dikunjungi dalam pelaksanaan program tersebut sejak akhir 2025.

“Kegiatan Dekranasda masuk sekolah adalah salah satu program unggulan dari Dekranasda Kabupaten Aceh Barat. Ini adalah sekolah ke tujuh yang kami kunjungi dalam kegiatan Dekranasda masuk sekolah sejak akhir tahun 2025,” kata Cut Zulfahnur.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk kerajinan daerah, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk mengenal dan mencoba proses kreatif secara langsung. Kerajinan anyaman eceng gondok dipilih sebagai salah satu materi karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Dari kegiatan ini kita ingin mengajak siswa dan siswi yang ada di sekolah yang merupakan generasi unggul Aceh Barat untuk kenal lebih dekat, mencoba berkreasi menghasilkan produk kriya,” katanya. Melalui pengalaman tersebut, para siswa diharapkan dapat melihat bahwa bahan lokal juga dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah.

Cut Zulfahnur menambahkan, pengenalan kerajinan daerah kepada pelajar merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan budaya dan kreativitas masyarakat Aceh Barat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan berbagai produk kerajinan khas daerah tetap dikenal dan berkembang.

Dekranasda Aceh Barat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah lainnya sebagai ruang edukasi sekaligus pengembangan potensi siswa. Program tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan minat pelajar untuk berkreasi dan mengembangkan produk lokal sesuai perkembangan zaman.

Selain menghasilkan karya, siswa juga didorong untuk memahami nilai budaya yang terkandung dalam berbagai kerajinan daerah. Dengan demikian, kegiatan Dekranasda Masuk Sekolah tidak hanya berorientasi pada kreativitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian generasi muda terhadap akar budaya Aceh Barat.

Cut Zulfahnur berharap para siswa di Aceh Barat ke depan mampu membentuk komunitas yang memiliki kepedulian terhadap budaya daerah. Ia menilai keberadaan komunitas tersebut dapat menjadi wadah bagi pelajar untuk berkreasi sekaligus berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal.

Program Dekranasda Masuk Sekolah diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal potensi kerajinan daerah sejak di bangku pendidikan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda Aceh Barat diharapkan mampu menjadi pelaku kreatif yang ikut mengangkat produk kerajinan lokal ke tingkat yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....