Festival Nipah 2026 Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah
- 07 Sep 2026 18:11 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Desa Budaya Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, akan menggelar Festival Nipah 2026 pada 14–15 September 2026. Festival tersebut menjadi puncak rangkaian pengembangan dan aktivasi ekonomi budaya yang dilakukan bersama masyarakat setempat.
Mengusung tema “Nipah Meubudaya, Masyarakat Seujahtera”, Festival Nipah 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya dan hiburan, tetapi juga ruang promosi potensi budaya, produk UMKM, kuliner, kriya, serta wisata berbasis masyarakat.
Sebelum festival digelar, masyarakat Suak Timah mengikuti rangkaian peningkatan kapasitas pada 7–12 September 2026. Kegiatan tersebut meliputi workshop pengolahan kuliner berbahan dasar nipah, pengolahan produk kriya, pengembangan wisata berbasis masyarakat, inovasi kasab, promosi produk melalui media sosial, serta manajemen pengelolaan UMKM.
Rangkaian tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah potensi budaya menjadi produk, aktivitas wisata, sekaligus peluang ekonomi tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat.
Pada puncak kegiatan, 14–15 September, festival akan menghadirkan bazar budaya dan UMKM, pawai budaya, pergelaran seni pertunjukan, kenduri Maulod, travel pattern budaya rawa nipah, serta hiburan rakyat bersama Apache, artis ternama Aceh.
Daya Desa Suak Timah, Mukhsin, mengatakan pengembangan ekonomi budaya diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga kebudayaan dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan warga.
“Kita semua memiliki harapan besar agar melalui pengembangan ekonomi budaya ini, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan sekaligus terus merawat kebudayaan yang menjadi identitas warga. Ada nilai luhur tentang bagaimana kita hidup berdampingan dengan alam, bagaimana warga Suak Timah saling melengkapi, dan bagaimana masyarakat memanfaatkan rawa nipah sebagai salah satu sumber penghidupan tanpa merusak ekosistem rawa nipah itu sendiri,” ujar Mukhsin.
Ia menegaskan, Festival Nipah bukan akhir dari proses pendampingan, melainkan momentum untuk memperlihatkan hasil pengembangan yang telah dilakukan bersama masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan Suak Timah ke depan.
Sementara itu, Keuchik Gampong Suak Timah, Drs. Afdhal, berharap festival tersebut dapat meningkatkan antusiasme masyarakat dalam mengembangkan ekonomi budaya dan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Harapannya masyarakat semakin antusias untuk mengembangkan ekonomi budaya dan kegiatan ini dapat terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Kami juga berharap dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, agar pembinaan dan pengembangan Suak Timah dapat dilakukan bersama, baik dari sisi peningkatan kapasitas maupun fasilitas,” ujar Afdhal.
Gampong Suak Timah sebelumnya meraih Apresiasi Desa Budaya 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan menjadi satu dari lima desa yang memperoleh apresiasi tersebut di tingkat nasional.
Selama tiga tahun, Daya Desa Suak Timah mendampingi masyarakat sebagai bagian dari proses pendampingan Kementerian Kebudayaan RI di bawah bimbingan Direktorat Bina SDM, Lembaga dan Pranata Kebudayaan. Pendampingan dilakukan melalui penggalian potensi, pemetaan, pembinaan, peningkatan kapasitas hingga aktivasi kebudayaan sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.
Melalui Festival Nipah 2026, masyarakat Suak Timah ingin menunjukkan bahwa kebudayaan tidak hanya menjadi warisan yang dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi ruang kreativitas, promosi, pariwisata, dan penggerak ekonomi masyarakat.
Semangat “Nipah Meubudaya, Masyarakat Seujahtera” diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Suak Timah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....