Pemkab Aceh Barat Ikut Tangani Jalan Provinsi Demi Keselamatan
- 07 Sep 2026 12:22 WIB
- Meulaboh
RRI,CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat ikut melakukan penanganan pada sejumlah titik kerusakan ruas jalan provinsi Meulaboh–Tutut sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna jalan. Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah berkoordinasi dan mendapat izin dari pemerintah provinsi, mengingat ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Aceh.
Sekretaris Dinas PUPR Aceh Barat, Anang Dinarsyah mengatakan, kondisi sejumlah titik pada ruas Meulaboh–Tutut cukup memprihatinkan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat melintas pada malam hari.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan usulan kepada Pemerintah Aceh agar ruas tersebut mendapat penanganan. Namun, keterbatasan anggaran dan banyaknya kebutuhan pembangunan membuat penanganan jalan provinsi belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Karena ini menyangkut keselamatan masyarakat, kita ikut membantu melakukan penambalan di titik-titik yang memang kondisinya sudah membahayakan,” ujar Anang.
Ia menegaskan, keterlibatan Pemkab Aceh Barat bukan berarti mengambil alih kewenangan Pemerintah Aceh. Penanganan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan ruas jalan tersebut.
Anang menjelaskan, penanganan yang dilakukan Pemkab Aceh Barat masih sebatas pemeliharaan ringan atau penambalan pada titik-titik tertentu. Sementara kerusakan yang membutuhkan penanganan lebih besar tetap menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.
Salah satu titik yang membutuhkan penanganan lebih serius berada di kawasan Gunung Berang. Di lokasi tersebut, persoalan tidak hanya berupa kerusakan permukaan jalan, tetapi juga berkaitan dengan aliran air dari kawasan pegunungan yang membutuhkan sistem drainase maupun pembangunan box culvert.
“Kalau hanya kita tambal, sementara persoalan airnya tidak ditangani, tentu jalan itu akan cepat rusak kembali. Untuk penanganan seperti itu memang membutuhkan penanganan yang lebih besar,” kata Anang.
Ruas Meulaboh–Tutut sendiri memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Selain menjadi jalur penghubung antardaerah, ruas tersebut juga dilalui kendaraan dengan beban berat sehingga kondisi jalan perlu mendapat perhatian dan penanganan berkelanjutan.
Anang berharap Pemerintah Aceh dapat menjadikan ruas tersebut sebagai salah satu prioritas penanganan, sehingga perbaikan tidak hanya dilakukan pada permukaan jalan, tetapi juga menyentuh persoalan konstruksi, drainase, dan kebutuhan peningkatan kapasitas jalan.
Pemkab Aceh Barat, lanjutnya, akan tetap melakukan koordinasi dengan Pemerintah Aceh sembari menangani bagian-bagian yang memungkinkan dilakukan melalui kemampuan daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kondisi jalan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....