UTU percepat pendirian Fakultas Kedokteran, gandeng USK

  • 07 Sep 2026 12:24 WIB
  •  Meulaboh

RRI,CO.ID, Meulaboh- Universitas Teuku Umar (UTU) terus mempercepat proses pendirian Fakultas Kedokteran di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK), terutama untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia bidang kedokteran.

Kerja sama UTU dan USK ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan Perjanjian Pelaksanaan (IA) di Balai Senat, Gedung Biro Rektor USK, Banda Aceh, Kamis, 3 September 2026.

Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, mengatakan pengalaman USK dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran menjadi salah satu dukungan penting bagi UTU untuk mempercepat pendirian Fakultas Kedokteran.

“Pengalaman USK dalam pendidikan kedokteran sangat penting bagi UTU untuk mempercepat proses pendirian Fakultas Kedokteran,” ujar Nyak Amir.

Ia menjelaskan, UTU telah mengajukan pembukaan Fakultas Kedokteran melalui sistem SIAGA dan masih menjalani sejumlah proses perbaikan persyaratan. Salah satu yang perlu diperkuat yakni pemenuhan dosen bidang biomedik yang memiliki keterikatan atau home base di UTU.

Sementara kebutuhan dosen klinis, menurut Nyak Amir, pada prinsipnya telah terpenuhi. Karena itu, dukungan USK diharapkan dapat membantu UTU melengkapi kebutuhan dosen biomedik yang menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengajuan tersebut.

Selain pemenuhan dosen, UTU juga mempersiapkan tenaga laboratorium untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Sebanyak 17 tenaga laboratorium UTU direncanakan mengikuti pelatihan di Fakultas Kedokteran USK.

Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium, termasuk dalam pengelolaan laboratorium, keselamatan kerja, pemeliharaan peralatan hingga pelaksanaan praktikum.

Nyak Amir menegaskan, pendirian Fakultas Kedokteran tidak hanya membutuhkan gedung dan peralatan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta sistem pendukung pendidikan yang memenuhi standar.

Sementara itu, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani mengatakan kerja sama yang telah disepakati harus segera diwujudkan dalam program yang konkret dan memberikan hasil bagi kedua perguruan tinggi.

“Kerja sama tidak boleh berhenti pada dokumen. Harus ada output, outcome, dan dampak yang nyata,” tegas Mirza.

Ia menyebutkan, pendirian Fakultas Kedokteran membutuhkan perencanaan jangka panjang, termasuk pembiayaan, pengembangan sumber daya manusia, fasilitas laboratorium dan penjaminan mutu pendidikan.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan UTU dalam memenuhi berbagai persyaratan pendirian Fakultas Kedokteran sekaligus mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di wilayah Barat Selatan Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....