Bupati Tarmizi Targetkan UMKM Aceh Barat Tembus Pasar Luar Daerah

  • 26 Agt 2026 15:16 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memenuhi kebutuhan pasar dan menembus pasar luar daerah. Hal itu disampaikan Tarmizi saat mengunjungi Galeri Dekranasda Aceh Barat usai mengikuti rapat koordinasi dengan Disperindagkop UKM Aceh Barat, Rabu, 26 Agustus 2026.

Tarmizi mengatakan, produk yang selama ini dihasilkan pelaku UMKM Aceh Barat memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah. Menurutnya, pengembangan perlu dilakukan melalui pelatihan dan pembinaan secara berkelanjutan hingga pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas produksi.

"Ya ini produk-produk kita selama ini, cuma perlu pengembangan," kata Tarmizi saat meninjau produk UMKM di Galeri Dekranasda Aceh Barat.

Ia menjelaskan, pelaku UMKM harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum produk dipasarkan secara lebih luas. Kesiapan produksi dinilai penting agar pelaku usaha mampu memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar.

"Perlu pengembangan, dilatih lagi, dibina lagi, sampai mereka siap memproduksi jumlah besar, baru kita pasarkan," ujarnya. Tarmizi mengingatkan, jangan sampai pasar sudah tersedia, tetapi produk yang dibutuhkan tidak mampu dipenuhi oleh pelaku UMKM.

Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan pemetaan terhadap seluruh UMKM berdasarkan tingkat perkembangan dan kemampuan masing-masing. Pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar pemberian intervensi berupa pembinaan dan dukungan anggaran.

"Sehingga nanti bisa semua UMKM itu akan di-mapping," kata Tarmizi. Ia menyebut UMKM yang masih berada pada tingkat bawah akan mendapatkan pembinaan agar dapat berkembang menjadi usaha menengah.

Menurut Tarmizi, UMKM yang sudah berada di tingkat menengah akan terus didorong agar naik menjadi usaha tingkat atas. Sementara UMKM yang telah memiliki kapasitas lebih baik diarahkan untuk memperluas pemasaran hingga ke luar daerah.

"Mereka dari kelas bawah itu diintervensi dengan binaan, dengan anggaran, menjadi menengah, yang menengah jadi atas, yang atas itu bisa ekspor keluar daerah," ujarnya. Ia berharap pola pembinaan tersebut mampu memperkuat daya saing produk lokal Aceh Barat.

Tarmizi menargetkan pada 2027 hingga 2028 Aceh Barat sudah memiliki produk unggulan khas daerah yang mulai dipasarkan secara lebih luas. Selain itu, jumlah UMKM di Aceh Barat diharapkan terus meningkat setiap tahun dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Harapannya 2027-2028 Aceh Barat punya produk unggulan khas daerah yang sudah mulai dipasarkan dan jumlah UMKM itu setiap tahunnya meningkat dalam jumlah yang banyak," kata Tarmizi. Ia berharap pertumbuhan UMKM turut membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi dan pemasaran, tetapi juga memberikan dampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Dengan semakin banyak usaha yang berkembang, lapangan kerja diharapkan semakin terbuka sehingga angka pengangguran dan kemiskinan dapat ditekan.

"Dan lapangan kerja semakin terbuka, pengangguran turun, kemiskinan juga turun," tegas Tarmizi. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan terus mendorong sinergi pembinaan agar UMKM mampu naik kelas dan produk daerah memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....