Aceh Barat Jaring Talenta Muda Berlaga di APOC Malaysia 2026

  • 25 Agt 2026 12:09 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Aceh Barat menjaring talenta muda untuk mewakili daerah pada ajang Asia Pacific Olympiade Championship (APOC) & Sustainable Tourism Workshop 2026 di Terengganu, Malaysia, 7–10 September 2026, melalui seleksi yang digelar di MAN 1 Aceh Barat, Senin, 24 Agustus 2026. Seleksi tersebut diikuti lebih dari 40 siswa madrasah aliyah, SMA, dan sekolah sederajat di Aceh Barat dengan bidang kompetisi Matematika, Biologi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta hafalan Al-Qur’an 15 juz.

Para siswa yang lolos seleksi akan dipersiapkan menjadi delegasi Aceh Barat pada kompetisi internasional yang diselenggarakan University Malaysia Terengganu (UMT). Ajang tersebut mempertemukan pelajar sekolah menengah dari sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik.

APOC 2026 tidak hanya menjadi arena untuk menguji kemampuan akademik pelajar. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman internasional, membangun kepercayaan diri, serta berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara.

Selain kompetisi akademik, APOC 2026 turut mengusung konsep edu-tourism dan pertukaran budaya antarnegara. Konsep tersebut dinilai membuka peluang bagi pelajar Aceh Barat untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat internasional.

Koordinator Tim Pelaksana Penjaringan Peserta Aceh Barat, Aduwina Pakeh, M.Sc mengatakan, proses seleksi tahun ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak. Kemitraan tersebut melibatkan Kementerian Agama Aceh Barat, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Ekonomi Kreatif.

“Pada tahun 2026 ini, kami membangun kemitraan dengan Kementerian Agama Aceh Barat, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat, serta Pemerintah Aceh Barat, khususnya Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Ekonomi Kreatif. Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan delegasi terbaik Aceh Barat,” ujar Aduwina saat memantau proses seleksi.

Ia menjelaskan, peserta akan bersaing dalam beberapa bidang yang telah ditetapkan panitia APOC 2026. Bidang tersebut mencakup Matematika, Biologi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan hafalan Al-Qur’an sebanyak 15 juz, yakni juz 15 hingga juz 30.

Aduwina yang juga Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Teuku Umar mengapresiasi tingginya antusiasme sekolah di Aceh Barat. Menurutnya, peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya minat pelajar untuk mengembangkan kemampuan dan berkompetisi di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, jumlah peserta tahun ini jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Diperkirakan lebih dari 40 peserta akan ikut dalam seleksi APOC 2026 ini,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat, Dr. H. Khairul Azhar, MA, menyatakan dukungan terhadap keikutsertaan siswa madrasah dalam kompetisi internasional tersebut. Ia menilai pelajar madrasah memiliki potensi besar untuk bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami sangat mendukung dan siap mendorong siswa-siswi madrasah di Aceh Barat untuk berpartisipasi dalam ajang ini. Tahun lalu telah menjadi bukti bahwa anak-anak madrasah kita mampu bersaing dan mengukir prestasi,” ujar Khairul Azhar.

Khairul Azhar menyebutkan, pada APOC 2025, sebanyak 12 siswa-siswi madrasah Aceh Barat berhasil meraih tujuh medali. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi peserta tahun ini untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi daerah.

“Prestasi tersebut tentu menjadi motivasi bagi kita semua. Tahun ini kami berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” tambahnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat, T. Kamarisal, S.Pd., M.Si, menyatakan pihaknya siap mendukung siswa SMA sederajat dalam mengikuti seleksi hingga kompetisi APOC 2026. Menurutnya, kesempatan tersebut penting untuk menguji kemampuan akademik sekaligus membentuk mental dan kepercayaan diri pelajar.

“Kami siap mendukung dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa-siswi SMA di Aceh Barat untuk mengikuti seleksi ini. Mereka harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mengukur kemampuan mereka di tingkat internasional,” ujar Kamarisal.

Ia berharap siswa yang terpilih sebagai delegasi dapat melakukan persiapan secara maksimal sebelum bertolak ke Malaysia. Para peserta diharapkan mampu membawa nama baik Aceh Barat dan Aceh melalui prestasi yang diraih dalam kompetisi tersebut.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Ekonomi Kreatif Aceh Barat, Said Azmi, SE. Ia menilai APOC 2026 memiliki nilai strategis karena dapat menjadi sarana memperkenalkan Aceh Barat kepada masyarakat internasional.

“Pemerintah Aceh Barat memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Bahkan, Bapak Bupati Aceh Barat berencana untuk hadir langsung memberikan support kepada para siswa Aceh Barat yang akan mengikuti ajang kompetisi ini,” kata Said Azmi.

Menurut Said Azmi, keikutsertaan pelajar dalam APOC 2026 bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik. Kegiatan tersebut juga menjadi peluang untuk mempromosikan budaya, pendidikan, dan berbagai potensi Aceh Barat di tingkat internasional.

“Event seperti ini merupakan kesempatan bagi kita untuk mempromosikan Aceh Barat ke kancah internasional, baik dalam bidang kebudayaan maupun melalui edukasi dan pendidikan,” ujarnya.

Said Azmi berharap para peserta dapat menjalankan peran sebagai duta daerah selama mengikuti rangkaian kegiatan di Malaysia. Mereka diharapkan mampu memperkenalkan budaya, keramahan masyarakat, serta berbagai potensi Aceh Barat kepada peserta dari negara lain.

Pelaksanaan seleksi APOC 2026 di Aceh Barat menjadi salah satu upaya membangun pembinaan talenta pelajar secara lebih luas. Kolaborasi antara madrasah, sekolah umum, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dinilai penting untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda tampil di tingkat internasional.

Delegasi Aceh Barat nantinya tidak hanya membawa misi untuk berkompetisi dan meraih prestasi akademik. Mereka juga diharapkan menjadi representasi daerah yang mampu memperkenalkan identitas, budaya, serta potensi Aceh Barat kepada dunia internasional.

Dengan capaian tujuh medali yang diraih 12 siswa madrasah Aceh Barat pada APOC 2025 serta meningkatnya jumlah peserta seleksi tahun ini, peluang untuk kembali menorehkan prestasi terbuka lebar. Pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat optimistis talenta muda Aceh Barat mampu mengharumkan nama daerah pada APOC 2026 di Terengganu, Malaysia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....