Kelompok Tani Abdya Terima Bantuan Pupuk Organik Cair dari TMI

  • 22 Agt 2026 12:05 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Blangpidie - Dewan Perwakilan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Aceh Barat Daya (Abdya) bersama DPW TMI Aceh dan PT Bio Energy Rimba menyalurkan bantuan pupuk organik cair pembenah tanah kepada 33 kelompok tani di Kabupaten Abdya, Kamis, 20 Agustus 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Abdya Safaruddin di Pendopo Bupati Abdya sebagai upaya mendukung kebutuhan petani dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Bupati Abdya Safaruddin mengatakan pemberian bantuan pupuk perlu disertai edukasi dan pendampingan kepada kelompok tani. Hal itu penting agar petani memahami cara penggunaan serta manfaat pupuk organik cair pembenah tanah sesuai kondisi lahan masing-masing.

"Pupuk cair pembenah tanah ini perlu juga diberikan sosialisasi dan cara pemanfaatannya sehingga masyarakat paham tentang pupuk ini," kata Safaruddin.

Menurut Safaruddin, kebutuhan pertanian setiap wilayah tidak selalu sama sehingga program bantuan harus mempertimbangkan kondisi lahan dan karakteristik daerah. Ia mengingatkan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan petani sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

"Jangan sampai kita membantu salah satu kebutuhan pertanian, padahal mereka tidak perlu karena kondisi lahan mereka," ujarnya.

Safaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada TMI Aceh, TMI Abdya, dan PT Bio Energy Rimba yang telah memberikan bantuan sekaligus mengedukasi masyarakat terkait penggunaan pupuk organik cair pembenah tanah. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pertanian dan kesejahteraan petani di Abdya.

"Terima kasih kepada TMI Aceh, TMI Abdya, dan PT Bio Energy Rimba yang telah mengedukasi dan memberikan bantuan pupuk organik cair pembenah tanah ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi para petani kita," kata Safaruddin.

Ketua DPD TMI Abdya, Zulfan Awenk, mengatakan penyaluran bantuan tersebut menjadi langkah awal organisasi setelah kepengurusan dilantik pada 11 April 2026. Menurutnya, TMI Abdya ingin menunjukkan bahwa keberadaan organisasi tidak hanya bersifat formal, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi petani.

"Ini merupakan awal dari gerakan TMI Abdya untuk membuktikan bahwa kami hadir bukan hanya formalitas, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani," kata Zulfan.

Sementara itu, Ketua DPW TMI Aceh Cut Muhammad mengatakan TMI akan terus mengawal berbagai kebutuhan petani, mulai dari ketersediaan pupuk hingga persoalan harga hasil produksi. Organisasi tersebut juga mendorong peningkatan hasil panen dan perekonomian petani melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Cut Muhammad menyebut PT Bio Energy Rimba sebagai salah satu mitra yang dapat mendukung pembinaan petani di Aceh. Ia meminta TMI Abdya membangun komunikasi dan kerja sama dengan perusahaan tersebut untuk menindaklanjuti kebutuhan dasar petani, khususnya di Kabupaten Abdya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....