Arabic Club Ruhul Qurani Terapkan Pembelajaran Sesuai Minat Santri
- 20 Agt 2026 16:40 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Pembelajaran bahasa Arab di Arabic Club LPP Ruhul Qurani dilakukan dengan menyesuaikan minat dan kemampuan santri. Metode tersebut diterapkan agar siswa lebih nyaman dan termotivasi dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Arab.
Pengajar Arabic Club LPP Ruhul Qurani, Ustad Andika, mengatakan pendekatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada metode dan media pembelajaran, tetapi juga diawali dengan melihat keinginan serta minat para santri. Hal tersebut disampaikannya dalam program Uhibbul Arabiyyata RRI Meulaboh, Rabu, 19 Agustus 2026.
“Kalau saya sendiri, saya lebih mengobservasi terlebih dahulu apa yang diinginkan anak-anak sebenarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, santri yang bergabung dalam Arabic Club memiliki minat yang beragam. Karena itu, pembelajaran dilakukan dengan pendekatan yang berbeda, seperti kelompok tata bahasa, menulis, berbicara, hingga musik berbahasa Arab.
“Ada anak-anak yang lebih ke grammar ataupun ke qawaid. Saya arahkan anak ini ke qawaid, saya buat kelompok qawaid. Kalau ada anak-anak yang suka menulis, saya buat kelompok menulis. Kemudian ada juga anak-anak yang suka berbicara, saya arahkan ke kelompok berbicara,” tambahnya.
Menurut Ustad Andika, pendekatan tersebut juga memberikan ruang kepada santri untuk menghasilkan berbagai karya. Untuk tingkat Madrasah Aliyah, misalnya, santri dapat membuat proyek berupa presentasi produk menggunakan bahasa Arab maupun membuat dan mempromosikan komik dalam bahasa Arab.
Sementara itu, Muhammad Sabhi Febrian mengaku metode yang diterapkan Ustad Andika membuatnya lebih mudah memahami kosakata bahasa Arab. Ia mengatakan, ketika menemukan kosakata yang belum dipahami, Ustad Andika tidak langsung memberikan arti, melainkan mempraktikkan maknanya.
“Ustad Andika enggak langsung mengertikan mufradatnya, tapi dengan cara mempraktikkan arti dari mufradat itu seperti berjalan, tapi tidak langsung mengatakan berjalan,” ujarnya.
Febrian juga mengatakan, selama satu tahun mengikuti pembelajaran Arabic Club, dirinya belum mengalami kesulitan berarti. Ia terus menggunakan bahasa Arab dalam percakapan bersama adik-adik dan kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuannya.
Ustad Andika menambahkan, tingginya minat santri terhadap pembelajaran bahasa Arab terlihat dari jumlah pendaftar Arabic Club yang mencapai 111 orang, sementara kuota awal yang tersedia hanya sekitar 30 orang. Untuk mengakomodasi minat tersebut, peserta kemudian dibagi menjadi dua kelas.
Ia berharap para santri terus mengembangkan kemampuan bahasa Arab, meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, serta menjaga sikap sebagai bagian penting dalam pengembangan diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....