"Beut Panteu Keudee" Jadi Inovasi Dakwah Pemuda Samatiga

  • 13 Agt 2026 16:04 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemuda Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, terus mengembangkan inovasi dakwah melalui kegiatan Beut Panteu Keude, sebagai wadah belajar dan berdiskusi mengenai persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, Rabu, 12 Agustus 2026, malam.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Samatiga, Tgk. Mizwar, mengatakan Beut Panteu Keude merupakan gerakan dakwah yang diinisiasi pemuda Samatiga dan akan dilaksanakan secara bergilir dari satu tempat ke tempat lainnya di wilayah tersebut.

“Ini merupakan kegiatan perdana yang kesekian kalinya dilakukan oleh pemuda Samatiga. Ke depan akan terus dilaksanakan secara bergilir dari satu tempat ke tempat lainnya dalam Kecamatan Samatiga,” ujar Tgk. Mizwar.

Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Teuku Umar (UTU) yang saat ini melaksanakan pengabdian masyarakat di 32 gampong dalam Kecamatan Samatiga.

Geuchik Gampong Leuken, Kamaruzzaman, mengapresiasi pelaksanaan Beut Panteu Keude yang dinilai menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan sekaligus membahas persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut semakin bermakna karena dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemuda Samatiga dan mahasiswa KKN UTU.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Dr. Khairul Azhar, M.A., menilai kegiatan Beut Panteu Keude patut diapresiasi karena menghadirkan dakwah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ia mengatakan Aceh saat ini menghadapi tantangan krisis keteladanan dan kejujuran, sehingga penguatan nilai-nilai agama harus dibarengi dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Keteladanan harus dilandasi uswatun hasanah. Apa yang disampaikan kepada masyarakat harus tercermin dalam perilaku sehari-hari,” ujarnya.

Khairul Azhar juga menyoroti perkembangan digitalisasi yang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, termasuk orang tua yang terkadang terlalu larut dengan berbagai fitur digital sehingga dapat memengaruhi perilaku dan pola interaksi dalam keluarga.

Ia mengapresiasi peran penyuluh agama, termasuk Tgk. Mizwar, yang terus menghadirkan dakwah dengan pendekatan positif dan dekat dengan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan harus kita dukung bersama. Masyarakat bisa mendapatkan ilmu pengetahuan sambil menikmati kopi dan makanan ringan yang disediakan,” katanya.

Ia berharap Beut Panteu Keude dapat terus dilaksanakan dan menjadi ruang terbuka untuk berdiskusi serta melahirkan gagasan mengenai berbagai tema dan isu aktual yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui Beut Panteu Keude, saya berharap lahir banyak dinamika keilmuan dan pemahaman yang lebih luas terhadap berbagai persoalan keagamaan maupun sosial yang sedang berkembang,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk kaum ibu, turut mengikuti diskusi hingga kegiatan berakhir.

Kali ini, Beut Panteu Keude tidak hanya diikuti pemuda Samatiga, tetapi juga mahasiswa KKN UTU. Dakwah yang disampaikan Tgk. Mizwar dikemas secara interaktif dan komunikatif, diselingi humor, sehingga peserta mengikuti kegiatan dengan antusias.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....