Latihan Paskibraka Aceh Barat Masuki Tahap Pemantapan

  • 11 Agt 2026 22:16 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • Calon Paskibraka Kabupaten Aceh Barat melakukan latihan intensif di lapangan Teuku Umar Meulaboh setelah menyelesaikan masa karantina pada 11 Agustus 2026.
  • Fokus latihan saat ini adalah penyempurnaan formasi dan peningkatan kekompakan pasukan untuk persiapan pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026.
  • Pelatih dari unsur TNI, Sertu Erizar Sitorus, menyatakan bahwa latihan telah memasuki fase pelaksanaan setelah melalui tahap persiapan dan perencanaan.

RRI.CO.ID, Meulaboh - Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Aceh Barat terus meningkatkan intensitas Latihan di lapangan Teuku Umar Meulaboh setelah menjalani masa karantina, Selasa, 11 Agustus 2026. Latihan difokuskan pada penyempurnaan formasi dan kekompakan pasukan menjelang pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026.

Pelatih Paskibraka dari unsur TNI, Sertu Erizar Sitorus, mengatakan tahapan latihan saat ini telah memasuki fase pelaksanaan setelah melalui tahap persiapan dan perencanaan.

“Untuk pencapaian anak-anak sampai saat ini sudah hampir 75 persen. Kita tinggal menyamakan kembali masuk Komandan Pasukan (Danpas) dengan pengapit,” ujar Erizar.

Ia menyebutkan secara umum sarana dan prasarana latihan sudah cukup baik. Namun, masih terdapat kendala pada kondisi jalan menuju lokasi latihan yang berdebu dan dinilai kurang baik.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari pelatih karena dapat mengganggu kesehatan para calon Paskibraka yang setiap hari menjalani latihan intensif.

Pelatih dari unsur Polri, Aipda Juliandra, berharap kondisi jalan dan lingkungan sekitar lokasi latihan segera mendapat penanganan.

“Harapan kami yang bertanggung jawab segera turun tangan, karena ini menyangkut kondisi kesehatan anak-anak. Jangan sampai debu semakin banyak saat hari persiapan dan membuat mereka batuk,” katanya.

Untuk mengurangi paparan debu, para pelatih dan calon Paskibraka sementara melakukan penyiraman secara mandiri di rute jalan dan lapangan yang digunakan untuk latihan.

Juliandra mengatakan, kondisi debu telah berlangsung lebih dari sepekan dan beberapa calon Paskibraka maupun pelatih mulai mengalami batuk.

Menurutnya, perbaikan kondisi lingkungan latihan penting dilakukan mengingat para peserta membutuhkan kondisi fisik prima untuk menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sementara itu, Tim Kesehatan Paskibraka, dr. Dewi Sartika, mengatakan paparan debu berlebihan dapat memicu gangguan pernapasan seperti batuk. Namun, sejauh ini belum ditemukan calon Paskibraka yang mengalami gangguan pernapasan serius.

“Sejauh ini belum ada yang terkena gangguan pernapasan. Kami juga mengingatkan adik-adik dan para pelatih untuk bersama-sama melakukan penyiraman sementara,” ujar Dewi.

Ia berharap solusi terhadap kondisi berdebu di lokasi latihan segera dilakukan karena waktu menuju pelaksanaan upacara 17 Agustus semakin dekat.

Dengan latihan yang terus ditingkatkan dan evaluasi secara berkala, para pelatih optimistis calon Paskibraka Aceh Barat mampu mencapai kesiapan maksimal dan menjalankan tugas pengibaran serta penurunan Bendera Merah Putih dengan baik pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....