Senator Azhari Cage Bantu Pulangkan Warga Aceh Korban Scammer dari Kamboja

  • 11 Agt 2026 13:38 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, membantu proses pemulangan warga Kota Langsa yang menjadi korban penipuan kerja di Kamboja. Korban bernama Sukardi (33), warga Gampong Baroh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh, setelah sekitar delapan bulan berada di Kamboja.

Azhari Cage mengatakan Sukardi awalnya berangkat dari Langsa pada Desember dengan tujuan bekerja sebagai tukang pangkas di Selangor, Malaysia. Namun, setelah transit di Kuala Lumpur, korban justru dibawa ke Phnom Penh, Kamboja, dan kemudian menjadi korban penipuan pekerjaan.

“Sukardi menjadi korban scammer selama delapan bulan di Kamboja dan bekerja selama empat bulan tanpa dibayar. Hingga akhirnya dia melarikan diri untuk menjumpai KBRI,” ujar Azhari Cage kepada RRI, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Azhari, Sukardi kemudian berada di tempat penampungan KBRI Phnom Penh sejak Mei 2026. Setelah menerima informasi mengenai kondisi korban, ia terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak KBRI untuk memastikan keberadaan dan kondisi Sukardi.

“Saya dihubungi saudara Sukardi untuk meminta bantuan agar dipulangkan ke Aceh dari Kamboja. Karena takut penipuan, saya sempat menghubungi KBRI di Kamboja untuk memastikan apakah benar ada warga Langsa yang sedang ditampung,” katanya.

Setelah mendapatkan konfirmasi dari pihak KBRI, Azhari kemudian membantu pengurusan administrasi serta biaya tiket kepulangan Sukardi ke Indonesia.

Sukardi akhirnya meninggalkan Phnom Penh menuju Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026, menggunakan penerbangan AirAsia QZ-475. Setibanya di Jakarta, Sukardi dijemput dan kemudian diarahkan untuk mendapatkan tempat penampungan sementara di kantor Perwakilan Aceh di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Aceh.

Azhari mengatakan biaya perjalanan dari Kamboja hingga kepulangan korban ke Aceh turut dibantu olehnya.

Ia menjelaskan, Sukardi sebelumnya dijanjikan pekerjaan di Selangor melalui komunikasi dengan seseorang yang dikenalnya. Korban kemudian diarahkan untuk melakukan perjalanan dengan tiket pesawat yang telah disiapkan, namun tanpa mengetahui bahwa tujuan akhirnya adalah Phnom Penh, Kamboja.

Kasus tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat Aceh agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang disampaikan melalui media sosial maupun aplikasi pesan.

“Saya ingin mengingatkan masyarakat Aceh agar berhati-hati bila ada WhatsApp atau Facebook yang menjanjikan pekerjaan, agar tidak menjadi korban seperti saudara Sukardi,” ujar Azhari.

Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas perusahaan, identitas perekrut, lokasi pekerjaan, serta dokumen perjalanan sebelum menerima tawaran bekerja di luar negeri.

Menurutnya, masyarakat juga perlu melakukan verifikasi melalui instansi resmi sebelum berangkat agar tidak terjebak dalam jaringan penipuan atau perdagangan orang dengan modus tawaran pekerjaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....